TIMOR

Kehadiran Politeknik Ben Mboi di Belu, Bukti Sahabat Peduli dengan Peningkatan SDM

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kampanye Paslon Nomor 1, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan terus berlanjut. Rabu (21/10/2020), Paslon dengan tagline Sahabat itu, menggelar kampanye di Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Salah satu titik kampanye yakni di Gang Bambu Kuning, Rumbia, dihadiri langsung Cabup, Willybrodus Lay didampingi Ny. Vivi Ng. Lay.
Juru Kampanye yang juga anggota DPRD Belu, Marthen Naibuti dihadapan ratusan massa mengemukakan, masyarakat Kabupaten Belu harus jeli dalam memilih.
Pasalnya, Sahabat yang saat ini menjadi petahana telah berbuat untuk Belu. Sedangkan paket lain, yang baru datang dan mengatakan gagal, belum terbukti kerja dan pengabdiannya untuk masyarakat Belu.

Dia mengemukakan, salah satu kesuksesan dimasa kepemimpinan Willy Lay-JT. Ose Luan yakni menghadirkan Politekni Unhan Ben Mboi di Kabupaten Belu. Saat ini, kampus perkualihan dalam tahap pembangunan. “Kalau bupati dan wabup bukan pelobi, pastinya kampus Unhan tidak ada di Belu. Ini sangat luar biasa kerja Pak Willy Lay dan Pak Ose Luan,” tuturnya.

Kehadiran Politekni Negeri dibawah Kemenhan ini, akan membantu meningkatkan SDM masyarakat Belu. “Jadi kalau ada yang bilang pemerintahan ini gagal, sebenarnya merekalah yang gagal dan tidak pernah berbuat apa-apa,” tegas anggota Fraksi Gerindra itu.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu lainnya, Manuel do Carmo menyebutkan, paket sebelah yang menyebut Willy Lay-Ose Luan gagal, sebenar menunjuk diri mereka sebagai orang yang gagal paham.
Kenapa demikian, mereka tidak pernah berbuat sesuatu dan tinggalkan Belu puluhan tahun, disaat orang Belu membutuhkan mereka.

Baca Juga :   Fraksi Gerindra dan Golkar Soroti Beasiswa, Tunsus dan TKI

Karena itu, dia mengajak warga Belu bersama-sama memilih Sagabat untuk melanjutkan pembangunan di Belu.

Pada bagian akhir, Cabup Petahana, Willy Lay mengemukakan, masyarakat harus mendalami person masing-masing Cabup dan Cawabup Belu. Pasalnya, ada paslon tertentu yang disaat masyarakat Belu susah, salah satu saat eksodus 1999, tidak pernah terlibat menangani masalah yang komplex tersebut.

Oleh sebab itu, masyarakat hendaknya melihat paslon yang susah senang berada di Belu dan berjuang bersama keluar dari setiap kesulitan.

Pada bagian akhir, dia mengajak masyarakat untuk kembali memberi kepercayaan lagi kepada dirinya dan Ose Luan memimpin Belu 3,8 tahun kedepan. Dengan begitu, pihaknya akan menyelesaikan program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan kebudayaan. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top