HUKUM & KRIMINAL

Polres Belu Diminta Tangkap Aktor Intelektual dan Pelaku Penghadangan dan Pengrusakan Mobil Tim Sahabat

Kristo Rin Duka

ATAMBUA, Kilastimor.com-Aksi penghadangan dan pengrusakan serta pengeroyokan terhadap Cabup Belu, Willybrodus Lay bersama tim di Halilulik, ditanggapi serius oleh anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Belu, Kristoforus Rin Duka.

Kristo Rin Duka kepada media ini, Minggu (18/10/2020) menegaskan, dalam pesta demokrasi ini, sangat tidak pantas seriap orang maupun kelompok menggunakan aksi premanisme untuk menakut-nakuti paslon yang akan berkampanye, sebagaimana dipertontonkan sejumlah pemuda di Halilulik. “Kita sudah tahu siapa sebenarnya aktor di belakang ini. Harusnya tidak ada aksi premanisme di masa kampanye,” tegasnya.

Dia meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas aktor intelektual dan motif para pelaku menghadang, merusak kendaraan tim, saat Sahabat berkampanye di Umamakerek, Halilulik.

Dia mengemukakan, penegakan hukum perlu dilakukan aparat kepolisian, agar memancing reaksi pendukung Sahabat untuk melakukan tindakan pembalasan.

Kepada seluruh komponen pendukung Sahabat terlebih di wilayah Dapil 4 Belu untuk tidak terprovokasi dan sabar menghadapi berbagai ancaman ini. “Mari kita berkompetisi dalam politik dengan etika dan moral ,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam dinamika politik, trik dan intrik wajar adanya, namun tidak dengan kekerasan dan aksi premanisme. “Paket lain kampanye kan tidak diganggu. Tapi kenapa Sahabat kampanye diganggu. Ini tidak etis dan sangat keterlaluan. Polisi jangan dia dengan kasus ini. Bahkan aneh, karena aksi premanisme itu diduga ada oknum tenaga kontrak (Teko),” paparnya.

Dia meminta pasangan calon mengedepankan pemaparan visi misi, bukan menghujat dan menfitnah paket lain. “Sejauh kami kampanye, Paket Sahabat tidak pernah membahas dan merusak paslon lain. Sahabat mengedepankan dialektika yang etis dan santun,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyoroti pihak Polsek Tasifeto Barat yang lamban menangani gejala penghadangan sebelumnya. Pasalnya, pada kampanye titik pertana, ada aksi mabuk dan pengangkatan poster dari lawan politik, padahal ini merupakan zona kampanye Sahabat.

“Polisi harusnya sudah melihat gejala ini dan bisa meminta bantuan dari polsek terdekat atau Polres, jika kekurangan personil untuk pengamanan kampanye,” tambahnya.

Tidak saja itu, polisi juga bisa meminta bantuan TNI, untuk meminimalisir gesekan pada masa kampanye yang kian panas. “Ini jadi catatan penting bagi kepolisian untuk melakukan pengamanan Pilkada, termasuk pelibatan unsur TNI,” imbuhnya.

Pada bagian akhir dia meminta pendukung setiap paslon menghormati masa kampanye yang diberikan disetiap zona. Semua kejadian penghadangan dan pengrusakan oleh pendukung Sehati hendaknya menjadi yang terakhir demi kedamaian Pilkada Belu 9 Desember 2020.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu, Manuel do Carmo mengutuk aksi penghadangan dan pengrusakan pada kampanye Sahabat di Halilulik.

Sahabat paparnya, selalu mengedepankan kampanye damai, kenapa sebaliknya oknum pendukung sehati melalukan aksi yang tidak biasanya? Jelas ini bisa merusak kedamaian dan menimbulkan resistensi ditengah masyarakat.
Jika ini berlanjut, pastinya akan berakibat buruk dan para pendukung bisa berhadap-hadapan.

Karena itu, dia mendesak Polres Belu mengungkap aktor intelektual dan menangkap para pelaku penghadangan dan pengrusakan mobil tim Sahabat. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top