TIMOR

Anton Tisera: Tim Sehati Tunggu Hasil Klarifikasi Bawaslu Belu Terkait Dugaan Pembagian Beras

Inilah tanda terima laporan dari Bawaslu Belu terkait pembagian beras.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pembagian bingkisan berupa beras, vitamin c, kopi dan stiker kepada sejumlah warga Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, yang diduga dilakukan oknum Tim Sehati Kecamatan Raimanuk, Belu telah dilaporkan secara resmi ke Bawaslu Belu.

Terkait laporan itu, Ketua Tim Pemenang Sehati, Anton Tisera angkat bicara.

Anton Tisera yang merupakan Mantan Kadis Kehutanan Belu kepada media ini, Sabtu (31/10/2020) malam melalui pesan WA, tidak membantah juga tidak membenarkan kejadian itu.

Mantan Sekwan Belu itu menyerahkan proses tersebut kepada Bawaslu Belu.
“Kita tunggu hasil klarifikasi di
Bawaslu Belu,” kata mantan Inspektur Inspektorat itu.

Oknum Tim Sehati Kecamatan Raimanuk, diduga membagikan beras dan Stiker Sehati kepada masyarakat Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kamis (29/10/2020).
Saat ini, dugaan pembagian beras disertai stiker Sehati tersebut, telah diadukan ke Bawaslu Belu, Sabtu (31/10/2020).

Sesuai informasi yang dihimpun, sejumlah warga mengadukan hal itu, karena diberikan bingkisan dalam kantong plastik yang berisi beras lima kilo, satu strip Vitamin C, Kopi ABC Mocca dan stiker Sehati. Penerima diminta untuk memilih paket Sehati nomor urut 2.
Setiap bingkisan berupa beras itu, ditaksasi nilainya sekira Rp 75 ribu.

Merasa tertekan, warga kemudian mengadukan hal itu, dan telah ditindaklanjuti dan dilaporkan ke Bawaslu Belu.
Barang bukti yang diterima telah diamankan untuk diserahkan kepada Bawaslu nanti.

Pelapor, Aroni Delima Morais yang dihubungi media ini membenarkan kalau pihaknya telah melaporkan dugaan pemberian barang yang terkategori money politics oleh Tim Sehati Kecamatan Raimanuk ke Bawaslu Belu.
“Kita sudah laporkan tadi, dan tanda terima laporan dari Bawaslu juga ada,” timpalnya.

Dia berharap, Bawaslu Belu segera memproses sesuai ketentuan atas dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan tim Paket Sehati. “Kami harap segera dipanggil saksi dan para pihak yang terlibat dugaan pembagian beras itu,” tuturnya.

Untuk oknum pembagi beras kata dia, sudah disampaikan ke Bawaslu, dan menjadi tugas Bawaslu Belu memeriksa lebih lanjut.

Terpisah, Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya laporan dugaan pembagian beras di Renrua, Kecamatan Raimanuk. “Benar, kita sudah terima laporan terkait dugaan pembagian beras oleh tim Sehati di Kecamatan Raimanuk,” ungkapnya.

Dikemukakan, atas laporan itu, pihaknya akan mengkaji selama dua hari. Dalam masa kajian itu, jika belum lengkap, maka dilengkapi oleh pelapor.
Untuk melengkapi semua laporan, diberikan juga waktu selama dua hari.

Jika sudah lengkap paparnya, maka akan diregistrasi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi maupun terlapor. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top