TIMOR

COVID-19 Alami Eskalasi, Pemda Belu Terapkan BDR untuk Anak SD dan SMP

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus warga Belu terkonfirmasi COVID-19 mengalami eskalasi atau kenaikan. Jumlah ini membuat Pemda Belu harus memberi atensi serius, agar bisa menghentikan penyebaran lebih luas.

Salah satu langkah yang diambil Pemda Belu yakni kembali menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi murid SD dan SMP seluruh wilayah Kabupaten Belu.

Sesuai Surat Pemberitahuan BDR yang ditandatangani PJS. Bupati Belu, Zakarias Moruk tertanggal 3 November 2020 menyebutkan, memperhatikan Rilis Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Belu
pada Minggu (1/11/2020), dimana di Wilayah Kabupaten Belu
bertambah lagi kasus positif COVID-19 sebanyak 4 orang.

Maka demi menjaga
kesehatan dan keselamatan dan meminimalisir penyebaran virus tersebut, seluruh warga belajar yang ada di Kabupaten Belu diberlakukan BDR.

Untuk BDR, disampaikan bal-hal sebagai berikut:
Pertama, Para Kepala Satuan Pendidikan SMP/MTs, SD/MI, TK, PAUD diminta untuk kembali melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR).
Kedua Belajar Dari Rumah (BDR) dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Ketiga, Belajar Dari Rumah (BDR) bagi Satuan Pendidikan SMP, SD, TK dan PAUD di seluruh Kabupaten Belu dilaksanakan terhitung mulai hari Kamis (5/11/2020) sampai dengan kondisi Kabupaten Belu kembali membaik.

Keempat, Kepala Sekolah, guru, siswa dan tenaga kependidikan dilarang melakukan perjalanan keluar wilayah Kabupaten Belu.
Kelima, Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan harus tetap berada di sekolah.

Keenam, para Kepala Sekolah melakukan rapat dengan pengawas untuk mempersiapkan
instrument BDR dan ketujuh, selama melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR), siswa maupun guru wajib
melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 4 M, yakni
mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan
menghindari kerumunan.

Sebelumnya, dalam Rilis Data
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu yang di update dari data monitoring wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu hingga Minggu, 1 November 2020 Pukul 15:00 WITA yakni:
1. PELAKU PERJALANAN
Total : 2.942
Selesai : 2.890
Dalam Pemantauan : 52

2. SUSPEK
Total : 83
Selesai : 82
Dalam Pemantauan : 1 orang (Kecamatan Tasifeto Timur)

3. KONTAK ERAT
Total : 135
Selesai : 89
Dalam Pemantauan : 46 Orang, tersebar di :
Kecamatan Kakulumesak : 2 orang
Kecamatan Kota Atambua : 30 orang
Kecamatan Atambua Barat : 4 Orang
Kecamatan Atambua Selatan 9 Orang
Kecamatan Tasifeto Barat : 1 Orang

4. TERKONFIRMASI
Total : 4 Kasus di Kecamatan Kota Atambua. Satu Pelaku Perjalanan dari Jakarta (dirawat di RS S.K. Lerik Kupang), satu Pelaku Perjalanan dari Denpasar (dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua) dan
Penambahan 2 Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 pada hari ini.

5. PROBABLE (Nihil)
Sampai saat ini total SWAB 192 dengan hasil 188 negatif dan 4 positif.
Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, menjaga jarak fisik dalam beraktivitas, menghindari kerumunan dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/menggunakan Hand Sanitizer dan wajib menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah serta menjaga imun tubuh.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah Zona Merah agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas atau melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top