POLITIK

Saksi Penerima Sembako di Renrua Lengkapi Dokumen di Bawaslu Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus dugaan pembagiaan beras, vitamin c, kopi disertai dengan stiker Sehati memasuki babak baru.

Selasa (3/11/2020) kemarin, puluhan warga yang merupakan saksi pembagian beras yang diduga dilakukan oknum tim Sehati di Renrua, Kecamatan Raimanuk, mendatangi Bawaslu Belu.

Kedatangan warga ke Bawaslu Belu didampingi salah satu Tim Hukum Sahabat, Ferdy Tahu Maktaen dan Sekretaris Tim Pemenangan Sahabat, Jack Karangora, untuk melengkapi data-data yang diminta Bawaslu Belu.

Ferdi Tahu Maktaen yang dikonfirmasi mengatakan dirinya dan rombongan warga Renrua telah bertemu Bawaslu Belu. Warga tersebut datang untuk menyampaikan identitas lengkap, juga membawa serta barang bukti berupa bingkisan sembako yang diberikan.

“Kehadiran mereka (Warga Renrua) di Bawaslu hari ini, karena mereka merasa tidak puas dijadikan objek politik dari pihak-pihak tertentu. Dan mereka secara sadar mengatakan jika memang bantuan ini resmi dari Pemerintah mereka siap terima, tapi kenapa ada stiker Sehati dan setelah diberi lalu diminta untuk ingat tanggal 9 Coblos nomor dua. Dugaan kami ini ada money politics,” papar Maktaen.

Disebutkan, Warga dengan polos mengatakan, mereka lebih memilih tidak makan dari bantuan tersebut daripada menerima dan dipaksa mencoblos salah satu calon.
Lebih dari itu, warga tersebut merasa diintimidasi oleh oknum tidak dikenal.

“Kedatangan warga hari ini juga karena beberapa hari ini mereka diintimidasi oleh orang-orang yang tidak dikenal dan meminta mereka untuk memberi kesaksian tidak semestinya. Tetapi warga menjawab kalau mau memberi kesaksian kami langsung ke Bawaslu,” bilang Ferdy Penci sapaan akrabnya.

Masih menurutnya, Surat Bawaslu Belu kemarin soal identitas saksi dan identitas pelapor, disini kami sudah bawa lengkap dan orangnya. “Artinya kami koorperatif dan mempermudah kerja Bawaslu. Tapi karena Bawaslu punya tahapan-tahapan tertentu maka kami melengkapi administrasi terlebih dahulu,” sebutnya.

Berkaitan dengan oknum yang dilaporkan Maktaen mengatakan, sudah ada 2-3 orang terlapor dan warga mengenalnya. Kini masih dicek alamatnya.

Pada kesempatan itu, dia juga membantah dengan tegas tudingan di Media Sosial bahwa kasus ini setingan Sahabat.
“Kalau ini dikatakan setingan Sahabat, itu tidak benar. Kita minta mereka yang mengatakan untuk membuktikan bagaimana ini diseting oleh Sahabat. Jangan hanya omong di media sosial, kami dari Paslon Sahabat merasa dirugikan dengan tudingan ini,” tandas Maktaen.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenang Paket Sahabat, Jack Karangora mengatakan, kedatangan warga hari ini adalah satu kesatuan dengan laporan sebelumnya ke Bawaslu terkait ada dugaan pelanggaran Pemilu.

Pihaknya meminta Bawaslu memproses secara serius, agar para pelaku diproses secara hukum yang pada gilirannya bisa berakibat fatal.

Terpisah, Ketua Bawaslu Belu, Andre Parera mengutarakan, laporan ini masih diproses sesuai ketentuan.

“Sesuai prosedur kami belum masuk ke substansi, masih di tahap administrasi. Ketentuannya ketika orang melapor, kami punya waktu dua hari untuk memeriksa laporan atau kajian awal. Dalam dua hari tersebut kami memeriksa syarat formal dan materil. Apabila memenuhi syarat tersebut baru diregistrasi,” tandas Andre.

Diberita sebelumnya, sejumlah warga melaporkan adanya dugaan tindakan pelanggaran Pemilu yakni pembagian beras, vitamin c, kopi disertai stiker yang diduga dilakukan oknum Tim Sehati.
Pelanggaran itu telah dilaporkan secara resmi pada Sabtu (31/10/2020) ke Bawaslu Belu. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top