POLITIK

Talisuma: Willy Lay-Ose Luan Jadikan Plaza Perizinan Belu Terbaik di NTT

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wabup Belu, Willybrodus Lay-JT. Ose Luan berlanjut di Zona I. Salah satu titik kampanye berlangsung di Kota Ren, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Selasa (10/11/2020) lalu.

Dalam kampanye itu, hadir sejumlah jurkam diantaranya anggota DPRD Belu, Manuel do Carmo, Feby Djuang dan Awalde Berek.

Manuel do Carmo yang kerap disapa Manuel Talisuma dalam orasi politik mengatakan Paslon Willy Lay-Ose Luan dengan Tagline Sahabtlat selalu dinilai buruk dan gagal oleh lawan politik.
Lebih dari itu, keduanya dibilang bodok dan tua rentah.

Namun yang terjadi, banyak sekali prestasi yang dihasilkan dalam masa kepemimpinan saat ini.
Adapun keberhasilan yang diraih yakni, Sahabat mampu meraih opini WTP dua tahun berturut-turut, serta membangun Plaza Perizinan terbaik di NTT dan menjadi pusat studi banding Pemkab dan Pemkot di NTT.
“Mereka (Lawan politik) bilang pak Willy bodok dan Pak Ose Luan tua rentah. Tapi mereka sukses torehkan prestasi, dari pada yang lain belum buat apa-apa,” tegasnya.

Tidak saja prestasi itu yang diraih, Willy Lay-Ose Luan mampu mengangkat budaya Belu hingga ke level nasional dan internasional. Dia menyebutkan, tarian likurai bisa ditampilkan di Istana Negara dan tampil di even Olahraga Asia atau Asian Games. Ini bukti keduanya bekerja untuk Belu,” tandasnya.

Disamping itu, kini kain tenun “Tais” mulai mendunia, karena diperkenalkan hingga luar negeri seperti Belanda dan Rusia. “Ini hasil kerja yang membanggakan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia juga meminta masyarakat untuk melihat hasil pembangunan yang ada, termasuk di Kota Ren. “Di Kota Ren infrastruktur dibangun, ini juga bentuk kemajuan,” paparnya.

Dia meminta masyarakat menjatuhkan pilihan yang tepat, yakni memlih Sahabat Nomor satu untuk melanjutkan pembangunan disegala bidang.

Sementara itu, Anggota DPRD Belu lainnya, Feby Djuang menegaskan, kesehatan gratis yang ditawarkan lawan politik, hanyalah iming-iming.
Sebab, program itu berlawanan dengan aturan yang berlaku yakni UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, PP Nomor 101 Tahun 2012 Tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan maupun Perpres Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan.

“Berobat gratis pake KTP bertentangan dengan UU dan aturan lainnya. Jadi tidak mungkin dijalankan,” ungkapnya.

Dia mengemukan, berdasarkan regulasi yang ada, Pemda berkewajiban mengikuti sistem yang telah ada, yakni menyiapkan Jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS.

Dia meminta masyarakat Belu untuk jeli melihat program yang ditawarkan, apakah bertentangan dengan UU atau tidak. Jika bertentangan, pastinya akan dihapus atau ditolak. “Jangan ikut program yang berlawanan dengan aturan. Masyarakat harus lihat, program dibuat untuk semua kalangan. Jangan sakit dulu baru nikmati program,” sebutnya.

Cabup Belu, Willybrodus Lay dalam orasi politiknya mengatakan, jika dipercaya oleh masyarakat Belu, pihaknya akan melanjutkan program yang telah ada. Pihaknya juga memiliki program baru yakni, pemberian seragam gratis untuk anak SD dan SMP. Paket Sahabat juga akan memberikan susu gratis untuk anak PAUD, memberi insentif untuk ketua suku dan mekleat, serta sejumlah program lainnya.

Untuk air bersih, pihaknya sudah memperjuangkan pembanguan Bendungan Welikis dan tahun 2021 akan dibangun. Jika bendungan itu selesai, maka pemenuhan air baku di enam kecamatan di Belu teratasi. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top