HUKUM & KRIMINAL

Ini Hal yang Bakal Dilakukan KPU Belu Pasca Dua KPPS Ditersangkakan Polisi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu, Mikhael Nahak angkat bicara terkait ditersangkakannya dua anggota KPPS TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi.

Ketika dikonfirmasi Rabu (30/12/2020), Ketua KPU Belu itu menyebutkan pihaknya menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib atau Polres Belu.
“kita serahkan proses ini kepada pihak berwajib,” bilang komisioner dua periode itu.

Sebagai lembaga lanjut Mik Nahak sapaan karib Ketua KPU Belu, tentunya akan menyiapkan bantuan hukum kepada mereka, jika nanti kasus ini dilanjutkan sesuai tingkatannya. “Selaku lembaga tentunya akan menyiapkan bantuan hukum kepada kedua anggota KPPS jika nanti kasus ini dilanjutkan sesuai tingkatannya,” paparnya.

Kasus dugaan pemilih tambahan menggunakan KTP luar Belu di TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi telah memasuki tahapan penyidikan.
Hal ini dikatakan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam konfrensi pers, Rabu (30/12/2020) di Mapolres Belu.

Dikatakan, kasus dugaan tindak pidana Pilkada Belu dinaikan status ke tingkat penyidikan berdasarkan laporan yang dilaporkan Bawaslu dan Panwascam Nanaet Duabesi dengan LP Nomor: 219/2020, tertangga 18 Desember 2020.

Sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan terkait pelanggaran tidak pidana pemilu tersebut, paparnya, ditetapkan tiga tersangka masing-masing Akulina Dahu (AD), YM dan VS. “Setelah kita menerima laporan polisi, kami periksa saksi dan terlapor. Kemudian kami gelar perkara yang diikuti Gakumdu. Dari situ kita tetapkan tiga tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :   Ketua MA Didesak Mundur karena tidak Mampu Emban Kepercayaan Publik

Halaman : 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top