TIMOR

Aneh…Wartawan Dilarang Liput Pembukaan Kota Suara dan Penggandaan Dokumen Pilkada Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Wartawan yang bertugas di Kabupaten Malaka diminta keluar dari tempat pembukaan kotak suara dan penggandaan dokumen di areal Kantor KPU Malaka, Jumat (22/1/2021).

Hal ini aneh karena wartawan hanya diperkenankan menyaksikan dan meliput pembukaan satu kotak suara secara simbolis, selanjutnya wartawan diminta keluar dan tidak boleh melakukan peliputan saat proses penggandaan dokumen, karena menurut KPU sudah disaksikan Bawaslu dan pihak kepolisian.

Seperti disaksikan media ini, sekira belasan wartawan media di Malaka yang mendatangi KPU Malaka sangat kecewa, ketika salah satu anggota Komisioner KPU Malaka, Yuventus Bere meminta wartawan yang bertugas meninggalkan areal penggandaan dokumen yang dibuka KPU dari kotak suara.

Atas hal itu, Ketua Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) Kabupaten Malaka, Ferbry Tahu angkat bicara. Kepada wartawan dia sangat menyesalkan larangan peliputan bagi para wartawan di KPU Malaka.

“Harusnya KPU Malaka lebih terbuka dan transparan dalam pelaksanaan tugasnya, agar tidak menjadi bahan pertanyaan masyarakat, apalagi proses pembukaan dokumen di Kotak suara itu sangat sensitif dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Malaka saat ini,” bilangnya.

Masih menurutnya, wartawan itu bebas akses, karena dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam UU itu, jelas tertulis kalau wartawan tidak boleh dihalang-halangi oleh siapapun untuk meliput berita.

Wartawan Pos Kupanng, Fredy Hayon kepada media ini membenarkan ada permintaan dari Komisioner KPU agar wartawan meninggalkan areal penggandaan dokumen, karena menurut KPU itu persoalan teknis yang hanya bisa disaksikan Bawaslu dan pihak kepolisian. Tidak ada salahnya, wartawan menyaksikan dan mempublis kegiatan tersebut, sehingga ada keterbukaan.

Baca Juga :   18 Orang Anggota Kodim Naik Pangkat

Pimpinan Media Online, Timorline , Cyriakus Kiik mengatakan hal senada. Seharusnya KPU tidak melarang wartawan melakukan peliputan saat penggandaan dokumen, agar tidak menjadi bahan pertanyaan publik”

“Wartawan khan tidak mengganggu tetapi hanya ikut menyaksikan dan melakukan tugas peliputan saat penggandaan dokumen. “Kami liput supaya publik tidak mempertanyakan lagi tentang proses yang dijalankan,” pungkasnya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top