TIMOR

Beredar 15 Nama Warga Belu Positif Covid-19, Satu Diantaranya Mengakui Hasil SWAB itu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Saat ini beredar informasi berantai melalui WhatsApp (WA), bahwa ada 15 warga Belu yang dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil SWAB PCR.

Hingga kini belum diketahui dari mana sumber informasi yang beredar luas tersebut.

Media ini berusaha menelusuri berdasarkan daftar nama yang ada, Sabtu (16/1/2021). Media ini berhasil mengkonfirmasi salah satu yang tertera dalam daftar itu.
Sumber media ini yang tidak ingin dimediakan namanya membenarkan kalau dirinya dinyatakan positif COVID-19 dan baru saja keluar hasil hasil SWAB PCR. “Benar, saya salah satu yang dinyatakan positif Covid-19,” terang dia.

Saat ini dirinya tengah menjalankan isolasi mandiri dikediamannya dibilangan Atambua.

Dikemukakan, dirinya terpapar Covid transmisi lokal. Dia menduga terjangkit dari rekan kerja yang sebelumnya dinyatakan positif.

Sumber itu menguraikan, dirinya kini sehat dan bugar. Tidak ada tanda-tanda sebagaimana seorang terjangkit Covid-19, seperti demam, batuk pilek dan sesak nafas. “Saya sehat saja, makan dan minum seperti biasa selama isolasi ini. Awalnya demam, tapi setelah isolasi sampai saat ini tidak demam lagi,” terang dia.

Diutarakan, dirinya melakukan rapid tes pada 27 Desember 2020 lalu. Hasil rapid tes, dirinya dinyatakan reaktif, sehingga diminta isolasi mandiri sambil menunggu hasil SWAB. “Sejak saat itu, saya jalankan isolasi mandiri di rumah dan tidak berkantor,” bilangnya.

Hingga hari ini lanjutnya, dirinya sudah menjalankan isolasi mandiri selama 20 hari. Karena hasil SWAB baru keluar, diminta waktu isolasi ditambah 10 hari. “Saya pada prinsipnya mengikuti saja apa yang dianjurkan. Semua demi kesehatan diri dan keluarga dan tentunya khalayak ramai,” tuturnya.

Baca Juga :   Bupati SBS Sambangi Polres Malaka

Setelah 10 hari isolasi tambahan imbuhnya, dia akan melakukan rapid tes antigen, untuk memastikan masih positif atau negatif. Jika negatif, maka dirinya akan kembali beraktivitas seperti biasa. “Jenuh juga dengan isolasi. Ini sudah 20 hari, masih tambah 10 hari,” terang sumber itu santai.

Pada kesempatan itu, dia meminta masyarakat Kabupaten Belu untuk waspada dengan transmisi lokal Covid-19. Semua harus taat dengan protokol kesehatan, jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker dan rajin cuci tangan.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Belu, Kritoforus M. Loe Mau yang dikonfirmasi media ini belum memberi tanggapannya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top