TIMOR

Dokter Felix: Kami Minta Masyarakat Jujur, Covid Bukan Penyakit Aib

dr. Felix

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka masyarakat harus jujur saat menjalani skrining di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua.
Dengan begitu selain mudah didiagnosa, juga tidak menyebarkan virus kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bekerja di rumah sakit, maupun pasien lainya.
Hal ini dikatakan dr. Felix saat memberi keterangan pers, Senin (25/1/2021) di gedung RSUD Atambua.

Dikemukakan, untuk memutus mata rantai penyebaran covid di RSUD Atambua, manejemen telah membuat ruangan skrining. Di ruangan skrining, setiap pasien yang datang, akan mengisi form juga ditanyai sejumlah hal, terutama penyakit yang diderita.

Dari hasil skrining lanjutnya, dokter dan tenaga medis akan menentukan pasien itu dibawa ke IGD Reguler atau IGD Infeksi.
Banyak masyarakat menyembunyikan penyakit yang diderita, karena takut didiagnosa covid.
Menurutnya, dokter tidak sembarang mendiagnosa orang, sebab harus melalui proses. Jika pasien takut dan tidak jujur atas penyakit yang diidap, bisa saja menambah masalah. Contohnya, jika ada gejala menuju ke covid, namun tidak jujur saat skrining, bisa menambah panjang orang yang terjangkit, baik itu dokter, tenaga kesehatan, maupun pasien yang bukan covid. “Karena itu saya minta pasien jujur, sehingga tepat ditangani dan tidak menimbulkan penyebaran covid lebih parah,” ujarnya.

Covid-19 terangnya, bukan penyakit aib yang harus ditakuti, sebab begitu banyak orang yang menderita karena virus itu diseluruh dunia.
Untuk menetapkan seseorang positif covid tentu harus melalui rapid tes antigen, kemudian tes Swab PCR. “Tidak ada kita Covid-kan orang. Kita ada standar-standar yang mengatur,” sergahnya.

Baca Juga :   Bupati Malaka Minta Warga Taat Prokes dan Hindari Judi

Sementara itu, dr. Theo Maubere mengemukakan, skrining awal bagi pasien sangat penting. Hal itu untuk menjaga nakes dan pasien lain terkait covid.
Jika nakes terjangkit atau tertular, sudah pasti menimbulkan beban, dan semua pihak tidak menginginkan rumah sakit ini collaps dua kali. “Karena itu mari kita saling menjaga dan pasien harus jujur terkait kondisi tubuhnya saat skrining,” pintanya.

Dia berpesan, semua pihak harus menjaga kesehatan masing-masing dan itu harus mulai dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas. Semua demi mengantisipasi, meminimalisir penyebaran covid semakin meluas.

Terpisah, dr. Helena dari Patologi Klinik mengemukakan, laboratorium pada RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD tersedia rapid tes antigen dan rapid tes antibodi. Sementara PCR masih harus dikirim ke Kupang.
Diuraikan, hingga saat ini, terdapat 967 orang yang melakukan rapid tes antigen, dan 219 diantarnya positof covid. Jumlah itu hanya dari RSUD Atambua, sedangkan diluar fasilitas kesehatan lain tidak diketahui jumlahnya. Untuk Nakes yang dirapid sebanyak 570 orang dan positif sebanyak 63 orang. Kini 63 orang masih menjalani isolasi mandiri dan selalui dipantau oleh dokter dan pihak Dinkes Belu. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top