HUKUM & KRIMINAL

Kapolres Belu Minta Empat Pelaku Penghadangan dan Pengeroyokan di Halilulik Serahkan Diri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyidik Polres Belu telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penghadangan kampanye dan pengeroyokan yang terjadi di Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar) saat masa kampanye Pilkada Belu beberapa waktu lalu.

Keempat tersangka dimaksud yakni, Aldi Lopes (AL), Boy Zakarias (BZ), Willi Meo Manu (WM) dan Mea Lopez (ML). Para tersangka saat ini dalam pencarian dan pengejaran polisi.

Hal ini dikatakan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres Belu, Rabu (30/12/2020).

Kapolres Belu mengemukakan, dalam masa kampanye Pilkada Belu 2020, terdapat dua kasus pengeroyokan terhadap warga di Kecamatan Tasifeto Barat yang dilaporkan ke pihaknya.

Kejadian pertama kata Kapolres terjadi pada 17 November 2020 dengan tiga pelaku dan kejadian kedua, 22 November 2020 dengan dua pelaku. Satu pelaku terlibat dalam dua kejadian berbeda.

“Proses penyidikan untuk dua kejadian yang dilaporkan dan kita sudah tetapkan jadi tersangka, dan sekarang dalam pencarian. Kejadian pertama 17 November kita sudah tetapkan tiga tersangka, inisial AL, BZ dan WM. Kemudian di kejadian 22 November itu kita tetapkan dua tersangka salah satu tersangka ada dikejadian pertama yaitu AL juga ikut disitu. Kemudian ML,” ungkap Kapolres Belu.

Para tersangka lanjut Kapolres saat ini dalam pengejaran Polisi dan pihaknya sudah melakukan upaya penangkapan terhadap para pelaku namun belum berhasil. Dia menghimbau para tersangka untuk menyerahkan diri.

Baca Juga :   RSUPP Betun Layani Rapid Test kepada Masyarakat Umum

“Kita sudah lakukan upaya penangkapan tetapi tidak ditemukan di rumahnya. Kita akan cari, kejar sampai ke ujung manapun. Kita akan kejar terus, kami dari kepolisian menghimbau kalau bisa menyerahkan diri,” imbuh Kapolres.

Terkait pasal yang dijerat dan ancaman hukuman tambah Kapolres, atas perbuatannya para pelaku, mereka akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Untuk diketahui, para tersangka terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap warga lain yang saat itu pulang dari lokasi kampanye salah satu pasangan calon (paslon) yakni paslon nomor urut 01, Willybrodus Lay-JT Ose Luan (Paket Sahabat).

Korban pengeroyokan adalah pendukung dari pihak pasangan calon 01.

Dari peristiwa itu, korban melaporkan kejadian itu ke aparat penegak hukum dan penyidik Polres Belu melakukan penyelidikan hingga penyidikan. Setelah bukti-bukti terpenuhi, penyidik menetapkan status keempat orang itu sebagai tersangka.

Dua kasus pengeroyokan tersebut bukan berkaitan dengan pelanggaran Undang-Undang Pilkada tetapi murni tindak pidana umum yang terjadi di masa kampanye. (ferdy Talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top