POLITIK

KPU Belu Tetap Buka 22 Kotak Suara Tanpa Dihadiri Bawaslu

Petugas KPU sedang melakukan pemeriksaan dokumen di Kantor KPU Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu resmi membuka kotak suara, untuk mengambil dan menggandakan sejumlah dokumen, terkait sengketa Pilkada Belu 2020 yang dilayangkan Paket Sahabat ke Mahkamah Konstitusi.

Pembukaan kotak suara dari TPS maupun PPK berlangsung, Senin (25/1/2021). Pembukaan sendiri dilakukan secara terpisah dimana kotak dari TPS dibuka di Gudang Romei Theater, sedangkan kotak PPK dilakukan di kantor KPU Belu.

Juru Bicara KPU Belu, Herlince Emilia Asa yang dikonfirmasi di kantor KPU Belu menyebutkan, KPU Belu hari ini membuka kotak suara dan KPU Belu merupakan yang terakhir membuka kotak suara dari empat KPU kabupaten yang digugat.

Dikatakan, kotak suara yang dibuka sebanyak 22 kotak, dan tidak semua kotak suara dibuka.
Pembukaan kotak suara hanya berdasarkan dalil yang disampaikan pemohon (Sahabat) di MK. “Kita hanya buka 22 kotak suara baik kotak suara TPS maupun PPK,” sebutnya.

Dia melanjutkan, 22 kotak suara yang dibuka berasal dari enam kecamatan di Kabupaten Belu, masing-masing Kecamatan Raimanuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan dan Lasiolat.

Adapun dokumen yang diambil untuk digandakan yakni C.Hasil, catatan kejadian khusus, DPT dan DPTb serta D.Hasil yang berada di kotak PPK.

Ditanyai siapa saja yang menyaksikan pembukaan kotak suara, dia mengatakan harusnya hadir Bawaslu dan Kepolisian Resor Belu. Namun hanya kepolisian yang hadir, sedangkan Bawaslu Belu tidak hadir.

Baca Juga :   Jelang Pilbup, Kesbangpol Belu Beri Pembinaan Politik

Dia menguraikan, ketidakhadiran Bawaslu Belu karena ada surat dari Bwaslu RI bahwa tidak boleh menghadiri pembukaan kotak suara. “Karena ada perintah dari hirarki yakni Bawaslu RI jadi Bawaslu Belu tidak hadir,” ujarnya.

Pihaknya beberapa hari lalu, sudah menyurati Bawaslu Belu juga menginformasikan secara lisan, namun ada perintah sehingga tidak hadir.

Dicecar wartawan, apakah tidak ada konsekwensi atas ketidak hadiran Bawaslu Belu, dia mengatakan jelas tidak ada, karena pihaknya bekerja sesuai dengan regulasi, yakni PKPU Nomor 19 Tahun 2020, juga surat edaran dari KPU RI terkait pembukaan kotak suara. “Kita tetap buka, walau Bawaslu tidak hadir. Kita jalankan sesuai aturan, sehingga tidak ada ekses,” timpalnya.

Semua dokumen paparnya, diambil dan digandakan, kemudian dileges dan dibawa ke Jakarta, sebagai bukti dalam persidangan nanti.

Ditambahkan, untuk menghadapi sidang MK Selasa besok, Ketua KPU Belu, sudah berada di Jakarta untuk mengikuti sidang pendahuluan. Selanjutnya, bukti-bukti yang ada, akan dibawa ke Jakarta, untuk diserahkan dalam sidang lanjutan nanti.

Terpisah, Ketua Bawaslu Belu, Andre Pareira yang dikonfirmasi terkait ketidakhadiran Bawaslu Belu saat pembukaan kotak suara belum merespon media ini.
Komisioner Bawaslu Belu, Agustinus Bau yang dikonfirmasi enggan berkomentar soal alasan ketidakhadiran Bawaslu saat KPU Belu membuka kotak suara. Dia hanya sempat membenarkan Bawaslu tidak hadir dalam kegiatan KPU Belu itu. “Tolong konfirmasi ke Pak Ketua Bawaslu. Saya tidak ingin mendahuluinya,” pungkas Agus Bau sapaan karibnya. (ferdy talok)

Baca Juga :   Buku Dua Tahun SBS-DA Memimpin Malaka Didistribusikan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top