TIMOR

Tidak Puas dengan Klarifikasi Waket 2 DPRD Malaka, Nakes Nyatakan Mogok Total

Tenaga kesehatan di Malaka ketika melakukan aksi damai di DPRD Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Perhimpunan Tenaga Lintas Profesi Kesehatan dari unsur Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan semua tenaga kesehatan se-Kabupaten Malaka menggelar aksi damai di Gedung DPRD Malaka, Kamis (28/1/2021) siang. Kedatangan tenaga kesehatan itu, bertujuan menuntut dan meminta klarifikasi dari Wakil Ketua 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek karena diduga melecehkan profesi kesehatan pada (26/1/2021) di RSUPP Betun,

Pantauan media ini, di ruang sidang DPRD Malaka, Juru Bicara Aksi, Ferry Fahik menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan kejadian pada tanggal 26 Januari di RSUPP Betun, yang dilakukan oleh Wakil Ketua 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek.
Menurut Ferry Fahik, apa yang dilakukan Wakil Ketua 2 DPRD Malaka itu tidak layak dan patut untuk disampaikan kepada tenaga kesehatan Kabupaten Malaka, dimana pihaknya sementara berjuang agar Kabupaten Malaka tidak meluas penyebaran Covid-19.

Dikatakan, pada 26 Januari lalu, ada pasien meninggal dunia, yang menurut dokter ahli di RSUPP Betun, dinyatakan positif Covid. Namun oknum Waket 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek mengatakan positif Covid-19 hanyalah karangan dan kemudian mengambil jenazah tersebut tanpa mentaati Prokes Covid dan ada surat pernyataannya.

“Yang paling kami sesali, kenapa ada kata-kata yang tidak layak dilontarkan oleh seorang wakil Ketua DPRD yaitu yang kerja di RSUPP ini ijasah paket,” kata Ferry.

Menurut Ferry Fahik, ini adalah tindakan pelecehan dan arogansi yang dilakukan oleh oknum Waket 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek. 
Pihaknya menuntut adanya pemulihan nama baik juga permohonan maaf kepada para dokter, perawat, bidan dan semua tenaga kesehatan yang ada di kabupaten Malaka, baik secara langsung maupun melalui media online selama satu minggu.

Baca Juga :   Rm. Herry Naibobe: Gereja Percayakan Tugas dan Salib pada Anggota THS/THM

Apabila tuntutan kami ini tidak diindahkan dan Waket 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek melakukan klarifikasi, maka semua tenaga kesehatan dari dokter, bidan, perawat dan petugas kesehatan lainya akan melakukan mogok total pelayanan di semua fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten Malaka.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek dalam penjelasannya mengemukakan, pada Selasa (26/1/2021), dirinya datang ke RSUPP Betun dan selanjutnya dirinya bertemu dengan Kepala Tata Usaha RSUPP. Setelah itu, pihaknya menuju ke ruang isolasi dan bertemu dengan salah satu dokter yang bertugas di RSUPP Betun. Pihaknya berbicara baik-baik tentang pasien yang meninggal.

Terkait dirinya dinilai menyinggung profesi petugas kesehatan, dengan tegas dia mengatakan satu katapun tidak diucapkannya, dan kalau ada video yang beredar tolong tunjukan siapa yang merekam.

Mendengar penjelasan Wakil Ketua 2 DPRD Malaka tersebut, salah satu anggota DPRD Malaka, Adi Neno Meta menginterupsinya.

Adhi Neno Meta minta Wekil Ketua DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek untuk jangan menanyakan perekam video, itu tugas pihak keamanan bukan tugas DPRD. Yang diminta oleh kelompok aksi, ada klarifikasi dari Wakil Ketua 2 DPRD, terkait dugaan pelecehan profesi petugas kesehatan.

Adhi juga mengingatkan dan menjadi catatan penting wakil rakyat, karena kejadian serupa di RSUPP Betun itu bukan hanya sekali atau dua kali, hal ini sering terjadi. Pejabat datang ke RSUPP marah-marah kepada petugas medis jika ada sedikit kendala.

Baca Juga :   Para Manejer Persab Belu Pulang Gunakan Pesawat, Pemain Beli Sendiri Tiket Kapal Fery

Intinya, semua harus menghargai petugas medis, karena mereka garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Sekarang ini masa pandemi Covid-19 ini berbeda dengan demam berdarah.

Waket 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek bersikeras dengan apa yang ia katakan sembari menutup diskusi.
Serentak seluruh tenaga kesehatan Kabupaten Malaka menyatakan mogok melakukan pelayanan di semua fasilitas kesehatan.

Juru Bicara Aksi Ferry Fahik saat dijumpai media ini mengatakan, semua tenaga kesehatan di Malaka menyatakan mogok.

“Karena kejadian yang sebenarnya bukan yang dikatakan oleh Wakil Ketua. Ada bukti CCTV lengkap di RSUPP dan akan dibawa ke ranah hukum. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top