EKONOMI

Gelar RAT, CU Kasih Sejahtera Diminta jadi Pilar Ekonomi Masyarakat Belu, TTU dan Malaka

Uskup Atambua memukul gong tanda membuka RAT CU Kasih Sejahtera Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Credit Union (CU) Kasih Sejahtera Atambua menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020, Kamis (18/2/2021) di Aula St. Dominikus, Emaus, Nenuk.
Tema yang diangkat dalam RAT CU Kasih Sejahtera yakni “Memperkuat pilar-pilar gerakan Credit Union di Masa Pandemi Covid-19”.

Pantauan media ini, RAT tersebut dihadiri Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr, Plt. Bupati Belu, Frans Manafe, Kadis Koperasi dan UMKM Belu, Baltasar Bouk, Ketua Pengurus CU Kasih Sejahtera, Rm. Krisantus Lake Pr bersama pengurus, GM CU Kasih Sejahtera, Damianus Bau Lema, Perwakilan Puskopcuina, Herman Abatan dan sejumlah peserta RAT.

Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr dalam sambutannya sebelum membuka RAT CU Kasih Sejahtera secara resmi mengutarakan, dirinya akan terus mendukung dan mendorong CU Kasih Sejahtera untuk maju.
Dirinya sudah mendengar adanya sejumlah penurunan akibat pandemi Covid-19.
Namun hal itu hendaknya bukan menjadi hambatan, untuk bergerak maju, demi mencapai kesejahteraan anggota.

Dia mengemukakan, kehadiran CU Kasih Sejahtera harus menjadi pilar ekonomi masyarakat Kabupaten Belu, TTU dan Malaka. Dengan begitu, ekonomi masyarakat terutama UMKM terus maju, dan memberi nilai tambah bagi kehidupan anggota.

Dia berharap pengurus dan manejemen CU Kasih Sejahtera untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan, sehingga terus prima dan terdepan membangun ekonomi umat. “Kesejahteraan anggota menjadi utama. Pengurus harus mengedepankan hal itu,” tutupnya.

Baca Juga :   Inilah Juara Lomba Pidato dalam Konferda Anak Provinsi NTT

Plh Bupati Belu, Frans Manafe dalam sambutan mengemukakan, Pemda Belu mengapresiasi pengurus dan manejemen CU Kasih Sejahtera, yang walau dalam masa pandemi, tetap menjalankan RAT. Hal ini menunjukan adanya komitmen pengurus untuk tepat waktu menyampaikan laporannya kepada anggota, sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Pemda Belu juga menyampaikan pemghargaan, karena CU telah berkontribusi dan membantu memberdayakan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka dan TTU yang berada di garis batas RI-RDTL.

Dia berharap, CU Kasih Sejahtera yang merupakan salah satu koperasi terbaik di NTT, terus berkembang dan memberikan pelayanan prima kepada anggota, terutama mendorong tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

Sementara itu, Ketua Pengurus CU Kasih Sejahtera, Rm. Krisantus Lake Pr dalam sambutannya mengemukakan,
walau dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya tetap melaksanakan RAT. Pasalnya, RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus atas jalannya CU, serta mendengarkan hasil pengawasan pengawas, demi perkembangan kedepan.

Dikemukakan, CU Kasih Sejahtera terus berkembang di karenakan anggota. “Sejauh ini, struktur keuangan CU Kasih Sejahtera kian sehat dan efektif. Semua karena kontribusi anggota dan manejemen,” paparnya.

Disebutkan, per 31 Desember 2020, anggota CU Kasih Sejahtera benyak 34.904 orang. Aset CU mencapai Rp 439.474.578.480. Sementara jumlah simpanan mencapai Rp 300.389.977.687. Total pinjaman mencapai Rp 287.456.951.539. Sedangkan SHU mencapai Rp 1.922.700.267.

Baca Juga :   Produksi Jagung dan Padi di Malaka Melebihi Target

Masih menurutnya, walau dalam situasi pandemi, hingga kini CU Kasih Sehahtera tetap berkembang.
Dan untuk mendukung hal itu, setiap anggota hendaknya disiplin dalam menyimpan dan meminjam uang. Bagi anggota yang meminjam juga sepatutnya mencicil pinjaman secara disiplin hingga tuntas.

Pada kesempatan itu, dia meminta manejemen untuk disiplin dan patuh pada Manual Operation (MO) Manual Prosedural (MP) dan demi peningkatan kinerja keuangan kedepan.

Pada kesempatan itu, Romo Kris sapaan karibnya itu berterima kepada Uskup Atambua yang terus mendukung CU KS, juga kepada Puskopcuina, Pemda Belu melalui Dinas Koperasi dan UMKM, pengurus, pengawas dan anggota sehingga CU Kasih Sejahtera sehat dan aman.

Perwakilan Pengurus Pusat Koperasi CU Indonesia (Puskopcuina), Herman Abatan dalam sambutannya menjelaskan, Puskopcuina dulu dikenal dengan nama BK CU Kalimantan.
Puskopcuina ungkapnya, terus mengawasi dan meminta menjalankan program standar, mengontrol sistem semua CU.

Pada kesempatan itu, dia meminta Pengurus dan manejemen CU Kasih Sejahtera harus optimis menjalankan sistem, berbenah diri, menghindari konflik internal, sehingga makin kuat dan terdepan. Saat ini, total anggota CU di Indonesia mencapai 500.000 anggota, dengan aset sekira Rp 7 triliun.

Herman Abatan pada kesempatan itu membuka rangking CU Kasih Sejahtera. Untuk aset CU Kasih Sejahtera berada diurutan ke 4 diseluruh Indonesia. Untuk aset anggota berada diurutan keenam 6, SHU berada peringkat 5. Walau demikian dalam sejumlah penilaian, CU Kasih Sejahtera masih memgalami kekurangan dan ini patut diperhatikan dan ditingkatkan.

Baca Juga :   Tim Gabungan Verifikasi CPCL Bantuan Ternak Babi

Pada bagian yang sama, Ketua Panitia RAT, Flavianus Lau dalam laporannya mengemukakan, total peserta RAT sebanyak 334 orang baik yang mengikuti secara offline di Emaus dan online di 11 KP yang tersebar di Belu, TTU dan Malaka.

Pada kesempatan itu, dia berterimakasih kepada Uskup Atambua, Pemda Belu melalui Satgas Covid-19 yang memberikan izin untuk pelaksanaan RAT, serta pengurus yang telah menetapkan panitia pelaksana. Terima kasih juga untuk semua pihak termasuk anggota CU yang telah mendukung pelaksanaan RAT Tahun Buku 2020. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top