POLITIK

Sengketa Pilkada Belu, Ini Sembilan Saksi dan Saksi Ahli yang Diperiksa Hakim MK

Sidang pemeriksaan pokok perkara sengketa Pilkada Belu.

JAKARTA, Kilastimor.com-Sidang Sengkata Pilkada Belu dengan agenda pemeriksaan saksi dan alat bukti digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (22/2/2021).

Pantauan media ini melalui akun youtube MK, sidang dipimpin Hakim Ketua, Anwar Usman dan didampingi dua hakim anggota, Enny Nurbaningsih dan Wahidudin Adams.

Hadir dari pemohon, yakni dua kuasa hukum masing-masing, Novan E. Manafe dan Ferinandus Maktaen. Hadir secara daring yakni, Adhy C. Mbulu, Helio Moniz dan saksi ahli, Thres Fobia. Hadir juga secara daring, tiga saksi masing-masing Theodorus Djuang, Yohanes Belawa Karang dan Siprianus Liem.
Sementara termohon hadir, Edy Guning selaku kuasa hukum pihak termohon, Ketua KPU, Mikhael Nahak dan mengikuti secara daring, Yakobus Fahik Nahak, Jony A. Neolaka dan Yohanes E. A. Palla serta tiga saksi.

Sementara pihak terkait dari Bawaslu Belu hadir, Agustinus Bau, didampingi Komisioner Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah. Sedangkan pihak terkait dalam hal ini Paket Sehati hadir, Mikhael Lotulong dan prinsipal.

Persidangan diawali dengan pengambilan sumpah terkait pemeriksaan saksi dan saksi ahli dari pemohon.

Hakim anggota, Enny Nurbaningsih kemudian memeriksa para saksi. Adalah Yohanes Belawa Karang yang diperiksa pertama.
Dia mengatakan ada kejanggalan dalam pleno tingkat kecamatan Nanaet Duabesi.
Dia menyebutkan, kejanggalan terjadi pada TPS 02, Desa Nanaenoe. Pemilih atas nama Akulina Dahu, memiliki KTP tidak valid. Akulina beralamatkan di Kabupaten Malaka. Dikatakan, selain itu ada juga Jony A. Nahak memilih menggunakan KTP memilih di TPS 2, Desa Nanaenoe, padahal merupakan warga Desa Fohoeka.
Diakuinya, saksi di TPS tidak membuat keberatan. Namun dipleno tingkat kecamatan, barulah diangkat. Dua persoalan tersebut tidak terselesaikan dipleno kecamatan, dan pihaknya mengangkat dipleno kebupaten, namun tidak juga ditanggapi.
Jack Karangora sapaan karibnya juga mengangkat masalah penggunaan KTP yang NIK kurang digit di TPS 2, Desa Naitimu, juga pembukaan kotak suara tanpa dihadiri Bawaslu dan saksi paslon. Dia juga menyampaikan terkait dugaan money politik, terkait janji kampanye tim Sehati memberikan uang senilai Rp 7,5 juta per kelompok.

Baca Juga :   PDI Perjuangan dan Nasdem Resmi Usung Paket FANSMU

Theodorus Djuang salah satu saksi pleno Kecamatan Atambua Barat menyebutkan, di TPS 5 Kelurahan Berdao, DPTb mengalami lonjakan. Ada dua pemilih dari luar TPS memilih di TPS 5. Sedangkan di TPS 8, ada perubahan data setelah saksi pulang.
Sementara itu, TPS 1 Beirafu, juga ada perubahan angka DPTb setelah saksi pulang. Hal ini diangkat dalam pleno kecamatan namun tidak juga dituntaskan.

Saksi pemohon lainnya, Seprianus Liem mengemukakan, ada pemilih dari kabupaten lain, seperti Sabu Raijau, Ende serta beda TPS menggunakan hak suara. Semua bukti telah diajukan.

Saksi Ahli yang dihadirkan Pemohon, R. Fobia mengemukakan, berdasarkan dalil yang ada, diduga penyelenggara tidak bekerja maksimal. Pasalnya, untuk menegakan demokrasi, maka penyelenggara harus lebih telaten dan profesional.

Terpisah, ada tiga saksi dihadirkan KPU Belu selaku termohon. Mereka masing-masing, anggota PPK Kecamatan Atambua Selatan, Aurelia Abel Manunut, Anggota PPK Atambua Selatan, Petrus F. Ratu dan anggota KPPS TPS 3, Desa Renrua, Daniel Arakat.

Aurelia Abel Manunut dalam kesaksiannya menyebutkan, sejumlah nama sebagaimana didalilkan Stefanus Silla tidak ada. Yang ada Sefrianus Silla yang menggunakan KTP untuk memilih dan sesuai alamat domisili.
Soal penggunaan KTP luar Belu, juga pemilih mencoblos diluar TPS domisi tidak benar. Dia juga menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan suara dalam pleno tingkat kecamatan. Terkait dengan adanya pencoretan data C hasil pasca pencoblosan juga tidak benar.

Baca Juga :   Selasa Pekan Depan, Partai Hanura Serahkan SK Dukungan untuk SBS-DA

Pada bagian yang sama, Petrus F. Ratu selaku PPK Kecamatan Atambua Selatan, ada surat suara tidak sah karena lubang pencoblosan terlalu besar dan tidak sesuai alat coblos yang disediakan yakni paku. Dia mengakui kalau ada pemilih menggunakan KTP.

Di TPS 4 Kelurahan Lidak, diakui ada pemilih yang memilih di TPS berbeda tanpa pemberitahuan kepada KPPS. DPTb yang terdata sebanyak 31 orang.

Daniel Arakat, Ketua KPPS TPS 3, Desa Renrua menyebutkan, didalilkan ada nama Oktovianus Hane menggunakan hak suara. Namun setelah dicek, tidak ada nama tersebut. Yang ada dalam DPT Oktafianus Hane, namun yang bersangkutan tidak hadir dalam pemilihan, karena bekeja di luar NTT. Hal yang sama terjadi dengan Yanuarius Lisu, dimana tidak menggunakan hak suara, karena keberja diluar wilayah NTT.

Terpisah, Paket Agustinus Taolin-Aloysius Haleserens (Sehati) selaku pihak terkait menghadirkan dua saksi, yakni Tisera Antonius dan Petrus Y. Beileto.

Petrus Y. Beileto dalam kesaksiannya mengaku sebagai penghubung dan mengumpulkan semua hasil perolehan suara.
Dia mengenal empat nama dalam DPTb, TPS 13 yang didalilkan. Mereka masing-masing Yuven Taka, Serafina Lutan, Rotarsius Rayu, Patarius Lay. Keempat orang itu menggunakan hak pilih di TPS 13 dan memiliki KTP sesuai alamat domisili.

Diuraikan, dari 19 TPS yg didalilkan pemohon, semua saksi di TPS menandatangani seluruhnya.

Baca Juga :   Jenderal Ganip: Jangan Lukai Hati Rakyat di Perbatasan RI/RDTL

Pada bagian akhir, Ketua Tim Pelaksana, Tisera Antonius diminta kesaksiannya.
Dia mengemukakan, seluruh dokumen C hasil dan salinan ditandatangani masing-masing saksi di TPS.

Semua diketahui setelah menerima salinan hasil saat rekapitulasi oleh tim pasca Pilkada Belu 9 Desember 2020 lalu.

Usai mendengar keterangan para saksi, Hakim Ketua Anwar Usman mengemukakan, setelah ini, akan dilakukan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) MK. Nanti, semua pihak akan dipanggil oleh Panitera MK, untuk pengucapan putusan. “Jadi tidak ada sidang pemeriksaan saksi lagi. Kita akan langsung ke pengucapan putusan,” pungkas Anwar Usman sembari menutup sidang sengketa Pilkada Belu. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top