NASIONAL

Dua Pemuda Belu Hilang di Kepulauan Mauritius, Orang Tua Mengadu ke DPRD

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dua warga Belu, masing-masing Klaudius Ukat (25) dan Petrus Kristologus Tunabenani (27) dinyatakan hilang di Negara Kepulauan Mauritius.
Klaudius yang merupakan warga Kakuluk Mesak dan Petrus warga Kelurahan Fatubenao dinyatakan hilang sejak 26 Februari 2021 lalu. Hingga kini kedua warga Belu bersama lima warga Indonesia lainnya belum ditemukan pihak kepolisian negara tersebut.

Atas peristiwa itu, orang tua kedua pemuda asal Belu itu mengadukan ke DPRD Belu, Senin (8/3/2021).
Hadir pada kesempatan itu, orang tua Klaudius Ukat, yakni Markus Ukat dan Brigita Telik serta orang tua Petrus K. Tunabenani yakni Gabriel Ulu Tunabenani dan Ana Gusmau Amaral Kristina Lopez serta sejumlah anggota keluarga.
Pengaduan itu diterima Ketua Komisi 2 DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa, didampingi anggota masing-masing, Kristoforus Rin Duka, Yakobus Nahak Manek, Melki Lelo, Edmundus Tita dan Elvis Pedroso. Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Nakertras Belu, Laurens Kiik Nahak. Hadir juga Wakil Ketua 1 DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak.

Diceritakan, kedua pemuda bekerja pada perusahaan berbeda, setelah menamatkan sekolahnya di SMK Perikanan dan Kelautan Kupang. Klaudius sudah bekerja selama setahun pada PT. Mirana Nusantara Indonesia yang beralamat di Tegal. Sedangkan Petrus Tunabenani bekerja pada PT. Lumbung Artha Segara beralamat di Pemalang, sejak dua tahun lalu.

Keduanya jelas mereka, dikirim dan bekerja pada kapal ikan milik kedua perusahaan di Kepulauan Mauritius.

Baca Juga :   KPK Serahkan Rekomendasi Pimpinan Impian ke Pansel

Sesuai informasi yang diperoleh dari rekan ABK dan Kedutaan Indonesia di Mauritius menyebutkan, pada 26 Februari lalu, Petrus Tunabenani yang hendak pulang ke Indonesia karena habis masa kontrak, mengajak ABK dari Indonesia untuk melakukan perpisahan. Ternyata, dalam acara itu, ada keributan antara warga Indonesia dengan warga Vietnam yang sama-sama menjadi ABK pada kapal ikan di Pelabuhan di Mauritius.

Alhasil, Petrus yang terkena bacokan di leher, sempat berkomunikasi dengan rekan lainnya yang berhasil melarikan diri. Sedangkan Klaudius yang berada di kapal yang sama tidak diketahui keberadaannya bersama lima WNI lainnya.
Setelah kejadian, kapal yang menjadi TKP, bergeser dari pelabuhan tanpa diketahui keberadaannya.

Disebutkan, ABK WNI yang lolos, kemudian melaporkan hal itu kepada Kedutaan Indonesia dan kepolisian. Kepolisian negara tersebut berhasil mengamankan kapal yang menjadi tempat kejadian perkara. Namun hingga kini belum diketahui keberadaan tujuh WNI itu.

Pada kesempatan itu, keluarga kedua pemuda meminta DPRD dan Pemda Belu untuk membantu memulangkan Klaudius dan Petrus bersama WNI lainnya dari Mauritius.

Sementara itu, Theo Manek sapaan karib Ketua Komisi 2 DPRD Belu meminta perhatian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu, untuk menelusuri keberadaan kedua warga Belu itu. “Kami minta dinas berkoordinasi dengan kementerian untuk membantu memulangkan dua warga Belu,” paparnya.

Kadis Nakertrans Belu, Laurens Kiik Nahak menyebutkan, melihat kronologis yang ada, kedua pemuda ini tergolong pekerja migran illegal, karena tidak terdata pada pihaknya.

Baca Juga :   Kelembagaan, Peran dan Fungsi DPD RI Patut Diperkuat

Walau demikian, pihaknya akan membantu mengecek keberadaan kedua warga Belu bersama lima WNI lainnya, melalui BP2M dan memulangkannya. “Kami juga akan cek ke dua perusahaan tersebut, mengenai kontrak dan lainnya,” bilang Kiik Nahak.

Dia menyarankan keluarga menyurati Bupati Belu untuk memulangkan kedua warga. Atas surat itu, pihaknya akan membantu dan menyelesaikan persoalan ini. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top