TIMOR

Ini Isi Edaran Wali Kota Kupang Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Terkait Covid-19

KUPANG, Kilastimor.com-Wali Kota Kupang, Jefirston R. Riwu Kore menerbitkan Surat Edaran
Nomor: 007/HK.443. 1/11//2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Disebutkan, dalam ppaya pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan dan meminimalkan Penularan Covid-19 di Kota Kupang, maka disampaikan beberapa hal penting:
1. Agar semua pihak lebih sungguh-sunguh, tertib, disiplin dan penuh
tanggung jawab mentaati Protokol Kesehatan sebagaimana diatur dalam
Peraturan walikota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman
Wilayah Kota Kupang
Corona Virus Disease 2019.

2. Melakukan Pengaturan Pemberlakuan pembatasan kegiatan
masyarakat, sebagai berikut:
a. Membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work
From Home (WFH) sebesar 50% (Lima puluh persen) dan Work
From Office (WFO) sebesar 50% (Lima puluh persen), dengan
memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat;
b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/ online;
C. Kegiatan Restoran/Rumah makan/Warung makan/Cafe dan
sejenisnya di perbolehkan melayani makan/minum di tempat dengan kapasitas maksimal 50% (Lima Puluh Persen) Konsumen sejak dibuka sampai dengan Pukul 21.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat, setelah pukul
21 .00 WITA dibatasi hanya untuk melayani layanan makan/minum melalui pesan-antar/dibawa pulang (Take Away).
d. Pembatasan jam operasional untuk semua jenis usaha sampai
dengan Pukul 21.00 WITA, khusus yang melayani kebutuhan
pokok pasien pada Kompleks Rumah Sakit tetap dibuka sesuai
jam operasional dengan penerapan protokol kesehatan yang
lebih ketat; dan Membatasi jam operasional Pasar Tradisional untuk transaksi-transaksi jual-beli dimulai Pukul 05.00-10.00 WITA dilanjutkan pada Pukul 16.00-19.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
3. Dilarang menyelenggarakan pesta maupun syukuran dalam bentuk
apapun yang dilaksanakan di Rumah, Restoran, Ballroom, atau tempat
lain yang sejenis;
4. Kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya lainnya yang
dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara;
5. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% (seratus persen)
dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat;
6. Mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pembatasan
kapasitas sebesar 50% (lima puluh persen) dengan penerapan
protokol kesehatan yang lebih ketat
7. Dilakukan pengaturan dan pembatasan kapasitas penumpang untuk transportasi umum dan wajib memakai masker dan mentaati
protokol kesehatan bagi sopir, awak dan/atau penumpang
8. Dilakukan pemeriksaan melalui operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih) di setiap pintu masuk (gerbang) Wilayah Kota Kupang terhadap pelaku perjalanan yang hendak memasuki Wilayah Kota Kupang, dengan
ketentuan:
a. Bagi pelaku perjalanan darat (sopir, awak dan/atau penumpang
b. Bagi pelaku perjalanan darat (sopir, awak dan/atau penumpang)
yang memiliki suhu tubuh diatas 37,80 C dilarang memasuki Wilayah
Kota Kupang; dan
c. Bagi pelaku perjalanan Laut/Udara wajib disertai Hasil Negatif/Non Reaktif Hasil Rapid Test Antigen/PCR.
9. Perangkat Daerah terkait yang berwenang dalam menegakan protokol
kesehatan agar wajib secara masif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap mitra kerja;
10. Setiap orang, pelaku usaha, penyelenggara atau penanggung jawab
tempat/kegiatan yang melanggar protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan wali kota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan
Aman Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang
dikenakan sanksi sesuai Peraturan Walikota Kupang Nomor 90 Tahun
2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Kota Kupang: (surat Peringatan terlampi);
11. Satuan Polisi Pamong Praja, Camat dan Lurah sebagai Ketua Gugus
Tugas Kelurahan bekerja sama dengan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan dan instansi terkait guna mengawasi dan memastikan pelaksanaan Surat Edaran ini;
12. Satuan Polisi Pamong Praja dan Gugus Tugas Kelurahan dapat
membubarkan kerumunan yang melanggar atau berpotensi melanggar
Protokol Kesehatan.
13. Pada saat Surat Edaran ini mulai berlaku, surat Edaran Wali kota Kupang Nomor 006/HK. 188.45.443. 1/1/2021, tanggal 9 Februari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kota Kupang, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
14. Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2021, dengan
ketentuan akan ditinjau kembali berdasarkan situasi dan kondisi
penyebaran Covid-19 di Kota Kupang. (*/ferdy talok)

Baca Juga :   Danrem Berjanji Bersama Bupati Keliling Malaka dengan Helikopter
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top