TIMOR

Banjir di Malaka, Enam Orang Tewas dan Ribuan Hektare Komoditi Pertanian Hancur

BETUN, Kilastimor.com-Bencana banjir bandang yang terjadi Malaka pekan lalu, menyebabkan jatuh korban jiwa maupun kerugian materil yang begitu banyak.

Sesuai data dari BPBD Malaka menyebutkan, akibat banjir bandang Sungai Benenain, sebanyak 5.634 jiwa atau dari 1.589 KK korban banjir masih bertahan di posko pengungsian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran di aula susteran Dekenat Malaka, Jumat (9/4/2021) mengatakan, bahwa pemerintah daerah telah menyediakan 10 posko pengungsian bagi warga yang terdampak banjir.

Di posko-posko itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Malaka menyediakan kebutuhan utama warga, terutama logistik dan obat-obatan.

Kalak BPBD Malaka melanjutkan, pemerintah daerah juga telah menyediakan 10 dapur umum dan 10 posko kesehatan untuk melayani korban banjir.

Posko yang dibangun untuk membantu masyarakat korban bencana agar dapat mengambil makanan yakni posko SDI Betun Kota, SDK Betun 1, SDK Betun, SMPK sabar-subur, SDN Bakateu, SDI Kletek, SD GMIT, Kantor Camat Malaka Barat, SDK Kamanasa dan SDI Tabene.

Dikemukakan, Warga akan kembali ke rumah setelah ada pemberitahuan resmi dari pemerintah bahwa daerah tempat tinggalnya sudah aman dari banjir.
Ada juga sebagian yang sudah pulang dan mulai membersihkan rumahnya.

Diuraikan, banjir di Kabupaten Malaka melanda 20 desa di 4 Kecamatan, masing-masing Kecamatan Malaka Tengah meliputi, Desa Naimana, Desa Fahiluka, Desa Lawalu, Desa Railor Tahak dan Desa Bereliku.

Baca Juga :   Kasek SMPN 2 Atambua Dinilai Rasis, Nahak: Itu Hanya Bahasa Motivasi

Kecamatan Wewiku diantaranya, Desa Halibasar.
Kecamatan Weliman, Desa Kleseleon, Desa Wederok, Desa Lamudur dan Desa forekmodok.
Kecamatan Malaka Barat, Desa Oanmane, Desa Mota’ain, Desa Sikun, Desa fafoe, Desa Umato’os, Desa Mota’ulun, Desa Na’as, Desa Maktihan, Desa Rabasa dan Desa Rabasa Haerain.

4 kecamatan dari 20 desa terdampak banjir tersebut mengalami kerusakan ringan maupun kerusakan berat. Kerusakan ringan sebanyak, 3,848 rumah. Sedangkan kerusakan berat sebanyak 428 unit rumah.

Adapun hewan peliharaan warga seperti sapi, babi, kambing, ayam yang terbawah Banjir Bandang. Sapi, 207 ekor, babi 1,086 ekor, kambing 244 ekor dan ayam 665 ekor.

Untuk orang meninggal bebernya, tercatat enam orang. Sedangkan delapan orang lainnya masih dirawat.

Korban meninggal dunia atas nama, Apriyani Laen Kase (6), asal Desa Kereana. Paulus Berek (72) asal Desa Builaran, Arnoldus Meta (26) asal Desa Fahiluka, Naomi Neno (75) asal Desa Nauke Kusa. Kemudian, Aleksander Nesi Tafuli (42) asal Desa Tafuli dan Klara Hoar Lori (73) asal Dusun Builaran.

Masih menurutnya, kerugian komoditas milik masyarakat akibat banjir bandang meliputi, jagung 1,190 ha, padi 535 ha, ubi kayu 140, pisang 72 ha. Sorgum 76 ha dan komoditas belum dirinci seluas 887,30 ha. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top