TIMOR

Polsek Raihat Berhasil Selamatkan Delapan Warga Tohe yang Terjebak Banjir

Anggota Polsek Raihat sementara mengevakuasi warga.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Belu, memyebabkan banjir terjadi Maubusa, yang merupakan hilir dari Sungai Talau dan Baukama.
Banjir tidak saja merusak padi milik warga Desa Asumanu dan Tohe, namun menyebabkan sejumlah warga Desa Tohe terjebak sekira 10 jam.

Tercatat, sebanyak delapan warga Desa Tohe yang berkebun disekiran pinggir sungai terjebak banjir. dan beruntung mereka warga berhasil dievakuasi pihak Polsek Raihat, setelah mendapat laporan, Minggu (4/4/2021).

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh melalui Kapolsek Raihat, IPTU Warsito kepada media ini mengemukakan, pihaknya dibantu sejumlah warga, berhasil mengevakuasi delapan warga yang terkurung banjir bandang.

Inilah delapan warga yang berhasil dievakuasi polisi.

Proses evakuasi berlangsung sekira 4 jam, karena derasnya banjir, curah hujan tinggi disertai angin dan arus kencang. “Delapan warga yang kita evakuasi tersebut semua selamat,” paparnya.

Dia merincikan, delapan warga Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu yang lokasi pertanian Kekeularan antara lain, Fernando da Cruz, (60), Terejina Soares, (45), Yustina Noronha (50), Lurdis Noronha (27), Yohanes Soares (18), Januario Govela (12), Sikito Soares (2) dan Juven Govela (1). Delapan warga yang kita evakuasi yakni tiga orang dewasa, satu remaja dan tiga orang anak.

Pada kesempatan itu, dia meminta masyarakat yang bekerja di kebun pinggir kali untuk waspada, sebab instesitas hujan tinggi yang menyebabkan banjir. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pemerintah Tidak Diskriminatif dalam Menerbitkan Izin Operasional Sekolah
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top