TIMOR

BNPP Gelar Rakor Percepatan Pembangunan Ekonomi Perbatasan Motaain

Ist

ATAMBUA, Kilastimor.com-Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar rapat koordinasi dan konfirmasi rencana aksi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2021 tentang percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw,
dengan Kementerian Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Belu dan Provinsi NTT.
Hadir pada kesempatan itu yakni Deputi BNPP RI Drs Robert Simbolon M.AP. sedangkan dari Pemda Belu dihadiri langsung Bupati Belu, dr Agustinus Taolin.

Rakor itu berlangsung di aula Pos Lintas Batas Motaain Kecamatan Tasifeto Timur.

Deputi BNPP RI Drs Robert Simbolon M.AP dalam sambutannya mengatakan, sesuai arahan Presiden RI, pemerintah secepatnya mengubah wajah perbatasan Negara.

“Kita tidak menggunakan lagi stigma bahwa perbatasan negara itu adalah bagian dari daerah tertinggal, terbelakang, dimana notabene didalamnya terdapat orang miskin bahkan termiskin, terisolasi itu harus segera kita ahkiri dan itulah keinginan Bapak Presiden,” kata Deputi.

Lebih lanjut Deputi mengatakan bahkan sesuai keinginan Presiden dengan tegas mengatakan membangun Indonesia dari pinggiran.
“Semangat itu harus kita lakukan, gunakan sebagai landasan kerjaan kita dan sumber inspirasi kita dalam mengurus perbatasan negara kita,” ungkap Deputi.

Dikatakan, munculnya Inpres ini, Presiden menghendaki kemajuan di daerah perbatasan yang memiliki daya saing dengan negara tetangga.

“Terbitnya Inpres Nomor 1 tahun 2021 mengisyratkan bahwa betapa masa pandemi covid-19 yang identik dengan apa yang disebut situasi locdown ini, menjadi kesempatan kita untuk membangun, bangkit hingga pada saat pandemi berahkir, pada saat itu kita sudah dalam posisi berdaya saing terutama infrastruktur di bidang perekonomian,” kata Deputi

Baca Juga :   SBS Bakal Daftar di Semua Partai yang Membuka Pendaftaran

Diahkir sambutannya Deputi menjelaskan melaui Inpres No 21 tahun 2021 menugaskan kepada 10 mentri untuk melaksanakan 60 kegiatan di tiga kawasan dan tiga lokasi salah satunya kawasan motaain dimana akan di laksanan 20 kegiatan oleh 8 kementerian.

Rakor ini diikuti juga secara virtual kementrian Pertanian,kementrian energi dan sumber daya mineral, kementria desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, kementrian perdagangan,kementrian koordinator bidang perekonomian,badan perencanaan pembangunan nasional.

Sementara itu, Bupati Belu, dr Agustinus Taolin mengatakan dalam rapat ini akan membahas pelaksanaan kegiatan terkait dengan inpres no 1 tahun 2021 dimana pelaksanaannya hnya dua tahun.

“Oleh karna itu kita dituntut untuk melakukan kerja cepat dan terukur seluruh proses ini kita harus kawal sehingga pada ahkirnya sesuatu hal yang kita kerjakan pada hari ini dan hari selanjutnya melalui tahapan perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik bagi masyrakat kabupaten Belu secara keseluruhan,” Kata Bupati.

Dalam Pelaksanaan Inpres ini sebutnya, sebagai penerima manfaat telah melaksanakan berbagai persiapan diantaranya menyiapkan bahan siap bangun, mempercepat berbagai proses perijinan sesuai kewenangan dan menyiapkan program ini dengan instansi terkait.

“Saya mengajak kita semua untuk fokus agar kegiatan terukur, semua yang kita kerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat Belu dan NTT,” harap Bupati.

Turut hadir pada Rakor ini diantaranya Kepala BNPP Daerah Propinsi, NTT Drs Petrus Seran Tahuk, OPD terkait, Camat dan Pelaku usaha. (*/ferdy talok)

Baca Juga :   HUT RI, Pemkab Malaka akan Beri Penghargaan bagi Siswa Berprestasi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top