HUKUM & KRIMINAL

Dalam Patroli Rutin, Satuan Sabhara Polres Malaka Amankan 63 Jerigen BBM

BETUN, Kilastimor.com-Kepolisian Resor (Polres) Malaka berhasil  mengamankan pembelian Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen di SPBU dan APMS.

Pengamanan BBM itu, berdasarkan laporan masyarakat pengguna dan pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang selalu antre saat di SPBU. Kondisi itu mengakibatkan kerumunan masa, dan melanggar protokol kesehatan covid-19, saat mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak Solar (APMS).

Kapolres Malaka, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo ,SH, S.IK , saat dihubungi media ini melalui Pesan WhatsApp kamis (15/7/2021) menegaskan kepada pembeli BBM agar taat protokol kesehatan yakni 5 M. Protokol kesehatan itu meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan tidak hanya pembeli namun pengusaha SPBU atau APMS  diminta mamatuhi dan memberikan teguran  kepada pembeli BBM  yang membuat kerumunan.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan,  Pengusaha SPBU atau APMS harus mengutamakan pengisian BBM ke sepeda motor atau kendaraan roda empat.
Kalau mengutamakan jerigen maka akan terjadi antrean dan mengakibatkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan serta menyalahi aturan.

Pantauan media ini, Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Malaka yang dipimpin Kasat Shabara Polres Malaka, IPTU Melky D. Nenobais bersama anggota Samapta saat melaksanakan patroli rutin mensosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19  guna mengedukasi masyarakat pembeli BBM yang sedang antre, agar menerapkan prokes di SPBU Dan APMS di Kota Betun.

Baca Juga :   Lakalantas, Anggota Polsek Malaka Tengah Tewas

Dari patroli itu, Sat Sabhara berhasil mengamankan sebanyak 63 jerigen besar ukuran 35 liter dari APMS Laran, Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah.

Dari 63 jerigen besar yang diamankan, 14 jerigen terisi BBM jenis pertalite dan 49 jerigen masih kosong. 63 jerigen itu diamankan ke Mako Polres Malaka.

Oktovianus Teti salah satu warga yang mengisi BBM dengan jerigen kepada wartawan mengaku dirinya mengisi BBM jenis solar atau bensin maupun pertalite untuk dijual demi menambah penghasilan dimasa pandemi.

“Saya tap minyak ini tidak gratis kok, saya bayar. Untuk satu buah jerigen ukuran 35 liter saya  bayarkan uang sebesar Rp 10.000 perjerigen kepada petugas Nosel SPBU,” paparnya.

Sementara Jefri asal Besikama mengaku  membawa 13 jerigen miliknya, baru terisi delapan dan jerigen sudah dibawa polisi.

“Saya tap minyak mengisi BBM selain  untuk dijual kembali, juga  untuk kebutuhan traktor. Saya kerap
mencarter angkutan desa untuk mengangkut BBM dari APMS  menuju rumah saya kondisi dan keadaan saya seperti ini. Mau usaha apa lagi selain juara beli BBM,” keluhnya,

Masih menurutnya, saat pengisian pihaknya juga mengikuti aturan dimana membayar APMS Rp 10.000. Sementara itu jerigen ukuran 35 liter ia harus membayar
Rp 260.000. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top