TIMOR

Deken Malaka: Misa Pemberkatan Nikah dan Sambut Baru Tiadakan

BETUN, Kilastimor.com-Meningkatnya pademi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat berbagai pihak waspada. Salah satunya dari gereja.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, Romo Deken Malaka, Rm. Edmundus Sako Pr menyampaikan umbauan pemerintah dan Uskup  Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku. Pr, serta Kapolres Malaka, di Paroki Maria Fatima Betun Minggu, (4/7/2021).

Menurut Rm. Mundus, Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr, berpesan sementara misa pemberkatan perkawinan Katolik dan penerimaan komuni pertama ditiadakan, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini berlaku 3 Juli 2021.

“Untuk sementara kami hentikan misa untuk pemberkatan nikah dan penerimaan komuni pertama atau sambut baru. Keputusan ini menyusul adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali yang dikeluarkan pemerintah terhitung mulai 3-20 Juli 2021,” ujarnya mengutip keputusan Uskup Atambua.

Sesuai tradisi Gereja Katolik jelasnya, misa pemberkatan pernikahan maupun penerimaan komuni pertama dilaksanakan setiap tahun sesuai agenda gereja Katolik. Namun karena kondisi negara terutama pandemi Covid-19 ditambah penerapan PPKM, semuanya ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dikatakan, pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang membawahi gereja-gereja di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Malaka ini, untuk perayaan misa minggu tetap dilaksanakan, dengan jumlah umat dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas daya tampung gereja. “Misa hari minggu seperti biasa namun dibatasi hanya 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” papar Romo Mundus.

Baca Juga :   Realisasi Belanja Modal di Malaka Capai 50 Persen

Masih menurutnya, Kapolres Malaka AKBP Rudy Junus Jacob Ledo juga menyampaikan imbauan. Diantaranya,
pertama , tidak menyelenggarakan pertemanan, kegiatan atau pesta pesta yang sifatnya mengundang kerumunan banyak orang.
Kedua, setiap orang wajib mematuhi protokol kesehatan 5 M , memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,  menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Ketiga, untuk ibadah keagamaan dijinkan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Keempat, setiap orang yang sudah berusia 18 tahun keatas wajib mengikuti vaksinasi di puskesmas terdekat.

Sementara Kapolsek Malaka Tengah, IPTU I wayan Budiasa.SH, berharap masyarakat dan umat gereja untuk menaati protokol kesehatan, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top