TIMOR

FPG dan FPD Minta Pemda Belu Genjot Penerimaan PAD

ATAMBUA, Kilastimor.com-Fraksi-fraksi di DPRD Belu menyampaikan pemandangan umum atas LKPD Pemda Belu Tahun anggaran 2020. Salah satunya disampaikan Fraksi Golkar (FPG) Kabupaten Belu.
Dalam pemandangan umumnya pada sidang DPRD Belu, Rabu (14/7/2021) yang dipimpin Ketua DPRD, Yeremias Manek Seran Jr dan dihadiri Wabup Belu, Aloyisius Haleserens dan Pj. Sekda, Frans Manafe, FPG mengingatkan Pemerintah terkait manajemen Pemerintahan dan persoalan teknis berkaitan dengan kinerja.

Partai besutan Yohanes Jefri Nahak yang juga wakil ketua II DPRD Belu menyorot beberapa isu dilingkaran birokrasi.
Selain itu Golkar menyampaikan apresiasi atas pengelolaan keuangan sehingga mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Anggota DPRD Belu Partai Golkar, Rofinus Manek, saat menyampaikan pandangan umum fraksi DPRD menyebutkan, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Belu tahun anggaran 2020 diberi opini WTP oleh BPK Perwakilan NTT.

”Penghargaan dan terima kasih yang besar kepada pemerintah atas capaian Kinerja Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020 dimana BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualioan (WTP). Ini merupakan pemberian opini WTP yang ketiga kalinya oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kabupaten Belu,” katanya.

FPG juga menyoroti target hasil retribusi daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 7.632.611.925. Namun realisasinya hanya Rp. 5.218.328.239 atau 68,3/%. Fraksi Partai Golkar mempertanyakan sejauhmana kerja sama dengan pihak ketiga dalam rangka pemungutan retribusi kendaraan bermotor. Kenyataan di lapangan bahwa uang pemungutan dari retribusi parkir mengendap di petugas parkir.

Baca Juga :   66 Pensiunan Pemkot Kupang Terima Santunan

FPG mengharapkan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Belu.

Senada dengan Golkar, Fraksi Partai Demokrat (FPD) juga mengapresiasi opini WTP yang diterima Pemda Belu. “FPD menyampaikan apresiasi atas capaian WTP tiga kali berturut-turut yang diraih Pemda Belu. Hendaknya hal ini terus dipertahankan pada tahun anggaran mendatang,” ungkap Dewi Ballo yang membacakan pemandangan umum FPD.

Pada kesempatan itu, FPD juga meminta Pemda Belu untuk kreatif dan inovatif dalam menggenjot penerimaan asli daerah (PAD) dimasa Pandemi Covid-19. Pasalnya, PAD tahun 2020 tidak mencapai target. “Pemda harus kreatif dan inovatif, sehingga realiasasi PAD maupun retribusi tercapai,” bilang anggota DPRD dari Partai Hanura itu. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top