EKONOMI

Malaka Dapat Kucuran Dana Pengembangan Benih Unggul

Ansy Lema

BETUN, Kilastimor.com-Anggota DPR RI asal Fraksi PDI-Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema, S.Ip, M.Si mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengalokasikan anggaran pengembangan benih unggul sebesar Rp 1 milyar untuk petani di Kabupaten Malaka dan sejumlah daerah di Provinsi NTT. Alokasi anggaran itu dikucurkan atas kerja sama Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan RI.

Ansy Lema, demikian akrab dikenal dalam press release yang dikirim via pesan whatsApp dari ponselnya, Sabtu (3/7/21) mengatakan para petani di tiga kabupaten Provinsi NTT akan menerima bantuan anggaran untuk pengembangan benih unggul di antaranya Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Barat Daya.

Dijelaskan, anggaran sebesar itu digunakan untuk memroduksi beberapa jenis benih unggul yakni benih unggul jagung di Kabupaten Malaka, bawang putih di Kabupaten TTS dan padi di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan menerapkan standar perbenihan, mendukung padat karya bimbingan teknis (bimtek) kepada petani, pengadaan pupuk, pendampingan teknologi benih dan membuat lahan percontohan. “Jadi, petani tidak hanya diberikan benih, namun mendapat pendampingan berkelanjutan,” ujar politisi muda PDI Perjuangan tersebut.

Terkait pengembangan benih unggul berkualitas, Ansy mengatakan dilakukan kerja sama dan dukungan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT yang merupakan bagian dari Balitbangtan Kementan. Atas bantuan tersebut, dirinya telah berdiskusi dengan BPTP NTT untuk menentukan benih komoditas yang mencerminkan karakter lokal dan menjawab kebutuhan NTT saat ini sesuai paparan riset dan inovasi perbenihan BPTP.

Baca Juga :   Partai Pengusung Belum Bahas Balon Wabup Malaka

Tidak hanya bicara, Ansy dan BPTP NTT juga sudah membantu lima kelomppk tani di Kabupaten Malaka dengan menyalurkan bantuan benih jagung Lamuru Label Ungu sebanyak 650 kg pada bulan Mei lalu. Setiap kelompok tani diterimakan Rp 130 kg benih jagung Lamuru yang merupakan inovasi BPTP NTT sesuai kondisi lahan pertanian Kabupaten Malaka. Selain itu, Lamuru Label Ungu memiliki potensi produksi yang lebih tinggi kurang lebih lima sampai enam ton per hektar ketimbang varietas lokal lainnya yang hanya menghasilkan 2 ton per hektar.

Selanjutnya, Ansy menyampaikan terima kasih kepada Kementan, terutama Balitbangtan dan BPTP NTT, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, TTS, dan Sumba Barat Daya yang mengurus semua persyaratan teknis sehingga bantuan pengembangan benih unggul tersebut dapat terlaksana. Ansy juga berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaan di lapangan agar dieksekusi dengan baik dan bermanfaat bagi peningkatan produktivitas pangan petani. (*/edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top