TIMOR

Selalu Ada Kasus Baru, Bupati Belu Imbau Masyarakat Taati Prokes

ATAMBUA, Kilastimor.com-Meningkatnya kasus Covid-19 di Belu membuat pemerintah terus memperketat penerapan aktivitas masyarakat.
Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM usai
melakukan Patroli Penertiban Penerapan Protokol Kesehatan Terpadu Covid-19, langsung melakukan rapat evaluasi Penertiban Penerapan Prokes yang berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu.

Taolin Agustinus pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih
atas kerja sama untuk semua pihak yang telah membantu memerangi Covid-19.
Evaluasi terhadap penanganan Covid-19 dari hari ke hari untuk melihat indikator-indikator peningkatan kasus, walaupun tidak sebesar di
Jawa dan daerah-daerah lainnya. Akan tetapi ada kecenderungan meningkat walaupun tidak luar biasa namun setiap hari selalu ada kasus.

Dikatakan, dari Satgas Nasional juga sudah menghimbau lewat pertemuan Video Conference dan lain sebagainya agar terus berhati-hati, tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melindungi masyarakat terhadap Covid-19.

Bupati Belu juga menambahkan, hari ini Indonesia menyandang angka nomor 1 di dunia akibat peningkatan Covid-19 baik dari angka penularan, angka kesakitan maupun
angka kematian dan tingkat hunian rumah sakit semuanya tinggi. “Jadi kita juga berkomitmen dan mempunyai rencana bagaimana mengatasi Covid-19 di Kabupaten Belu ini. Oleh karena itu, salah satu langkah
adalah tetap melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan 5 M secara baik dan 3T yakni, Testing, Tracing dan Treatment, serta pengobatan untuk orang-orang yang sakit,” ujarnya.

Baca Juga :   Tunjangan Tambahan bagi PNS Malaka Perlu Dikaji Lagi. Guru dan Tenaga Medis Harus Diperhatikan

Hari ini terang dia, di Kabupaten Belu juga ada peningkatan kasus kematian dan perlu diketahui bahwa warga yang meninggal ini dikarenakan adanya penyakit
penyerta seperti penyakit gula, jantung, TBC dan Covid-19.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat supaya
menerapkan protokol kesehatan secara benar dengan memakai masker,
membersihkan tangan dengan air yang
mengalir memakai sabun, dan pakai
handsanitizer, menghindari mobilitas yang tidak penting dan menghindari kerumunan.
“Pesta-pesta untuk sementara ditiadakan dulu, dengan didukung pihak gereja maupun ulama. Kita bekerjasama untuk
membatasi berkumpulnya masyarakat,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Belu imbuhnya, melalui Dinas Kesehatan akan melakukan tes kesehatan secara bertahap bagi masyarakat dan pemerintah akan menyiapkan alat
tesnya dengan cukup. Untuk tes pihaknya bekerjasama dengan
seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu dan Rumah Sakit agar bisa menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Belu.

“Ini merupakan ketetapan WHO, ketetapan Pemerintah Indonesia, ketetapan Gugus Tugas Nasional bahwa kita melakukan tes
secara masif maka kita akan tau berapa banyak masyarakat Belu yang terinfeksi dan menyebar. Bagi mereka yang terinfeksi atau sakit untuk selanjutnya di isolasi supaya
jangan tersebar. Ingat mereka yang meninggal ini disebabkan
mereka terlambat untuk dibawa ke fasilitas,” ungkapnya.

Dia meminta TNI/Polri dan Pol PP Belu untuk terus melakukan patroli penertiban, sehingga aktivitas masyarakat betul-betul dibatasi. (ferdy talok)

Baca Juga :   Bupati Malaka Minta Warga Diaspora Malaka untuk Bangun Kerja Sama
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top