TIMOR

SN: Sekolah di Malaka Tidak Boleh Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

BETUN, Kastimor.com-Penyebaran Covid-19 yang mulai terjadi di Malaka, membuat Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak (SN) menggelar rapat Forkopimda.
Adapun jajaran Forkopimda yang hadir yakni Wakil Ketua 2 DPRD Malaka, Hendrik Fahik Taek, Kapolres Malaka, AKBP Rudy. J.J. Ledo, Dandim 1605 Belu Malaka Letkol ( Inf) Wiji Untoro, Sekda Malaka Donatus Bere, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda Malaka, Pimpinan Perangkat Daerah dan tokoh agama.

Rapat terbatas dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 tingkat kabupaten yang berlangsung di Rumah Kediaman Bupati Malaka, Weleun, Desa Bakiruk, kecamatan malaka tengah Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Minggu (11/7 2021) malam.

Dihadapan peserta rapat, Bupati Simon Nahak menegaskan agar tidak boleh main-main dengan kondisi yang ada sekarang.
“Saya minta untuk kita semua agar tidak boleh main-main dengan kondisi yang ada sekarang dan beri perhatian ekstra serius untuk sama-sama terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19. Kita beri edukasi, pemahaman serta pencerahan kepada seluruh warga,” katanya.

Selanjutnya, Bupati Malaka ini memberikan penekanan kepada beberapa poin penting antara lain, sekolah tidak boleh melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka atau hanya dilakukan secara daring (online), kegiatan keagamaan di tempat ibadah hanya bisa dilakukan secara online, pesta dan perayaan seperti nikah dan sambut baru ditiadakan.

“Saya juga minta kepada Dinas Kesehatan melalui Rumah Sakit dan puskesmas untuk menyediakan Swab sehingga ketika dibutuhkan untuk dilakukan tidak ada kendala atau persoalan,” tandasnya lagi.

Baca Juga :   Pemerintah Desa Harus Berdayakan Kaum Perempuan

Wakil Ketua DPRD Malaka, Hendrikus Fahik saat yang sama menghimbau agar masyarakat diberi pemahaman untuk hidup bersahabat dengan covid-19.
“Tentunya hidup bersahabat itu dilakukan dengan tetap taat pada protokol kesehatan secara ketat. Jika setiap orang dengan kesadaran penuh taat dan patuh, mata rantai penyebaran virus ini bisa diputuskan” ujarnya.

Senada, Dandim 1605 Belu-Malaka, Letkol (Inf) Wiji Untoro mengemukakan agar masyarakat mampu mengelola hidup secara baik di masa pandemi ini.
“Artinya seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan dan penanggulangan covid-19, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Ini semua butuh kerja keras,” tutur Dandim yang diamini Kapolres Malaka AKBP Rudy Ledo yang meminta agar memperketat pos penjagaan di pintu-pintu masuk seperti Lamea, Nurobo dan Talimetan.

Dalam rapat terbatas ini juga, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Gabriel Seran dan Kepala Dinas Kesehatan drg. Paskalia Frida Fahik memberikan gambaran dan informasi tentang perkembangan covid-19 di Malaka.

Sesuai informasi yang diperoleh, hingga saat ini di Kabupaten Malaka terdapat 42 orang yang terkonfirmasi tanpa gejala. Yang sementara melakukan isolasi sebanyak 40 orang, sedangkan 2 orang sudah selesai melakukan isolasi mandiri. 
Pelaku perjalanan yang tercatat di pos penjagaan di 3 pintu masuk sebanyak 22.409 orang. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top