TIMOR

Tanam Bakau di Weoe, SN minta PT. IDK Perhatikan Lingkungan

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Simon Nahak (SN) belum lama ini mengunjungi Weoe, Kecamatan Wewiku.
Dalam kunjungan itu bupati dan rombongan menanam bakau, juga memantau produksi garam oleh PT. Inti Daya Kencana.

Bupati pada kesempatan itu mengemukakan, pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat setempat yang sudah turut serta menggalakkan aktifitas menanam bakau atau mangrove.

Tanaman bakau lanjutnya, banyak manfaatnya. Beberapa peran dan manfaat hutan bakau diantaranyamencegah instrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai. Disamping itu, bakau juga sebagai pencegah dan penyaring alami dan berperan dalam pembentukan pulau serta menstabilkan daerah pesisir. Lebih dari itu, hutan bakau sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.

Pada kesempatan itu, Bupati Simon Nahak meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perternakan dan Perikanan harus bisa merespon itu. Jadi kalau ada tanaman bakau di sekitar tambang garam bisa mengurangi pemanasan global.

Kepada Kaban Penanggulangan Bencana Daerah harus tangap dan respon sebelum ada bencana di tempat ini, karena daerah ini tepat lahir dirinya. “Yang saya tahu, ada tiga sungai kecil di tempat ini. Buatkan kanal sehingga ketika musim hujan airnya mengalir kelaut dan segera usahakan air lancar agar tidak terjadi bencana. Bisa juga buat bendungan.

SN juga menegaskan kepada PT. IDK agar berupaya dan memikirkan upaya perbaikan lingkungan, supaya tidak terjadi bencana di Malaka. “Karena Kabupaten Malaka ini kalau cuacanya panas ya panas sekali, kalau cuaca hujan air berlimpah,” bilangnya.

Baca Juga :   Perarakan Besar Patung Bunda Maria di Malaka, akan Dijadikan Wisata Rohani NTT

Disebutkan, gerakan tanam bakau akan terus disuport, dan perusahan menyiapkan bibit bakau. Kalau kerja sama kita lancar tidak hanya perusahaan saja yang menyiapkan bibit namun pemerintah daerah bersama Kementerian Desa juga menyiapkan bibit bakau dan bambu.

Sebelumnya, Pimpinan PT. IDK, Sang Putu Mahardika kepada Bupati malaka menjelaskan lahan seluas 300 Hektare (Ha) di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) saat ini tengah digarap PT. Inti Daya Kencana (IDK).

Lahan yang disewa pakai di area pantai selatan Pulau Timor ini sejak 2016 sudah digarap perusahaan dibawah Roda Mas Group untuk pengembangan garam industri nasional.

Kegiatan produksi, baru dilakukan pada Juni 2021 dan ditargetkan pada September 2021 akan memproduksi sekitar 300 ton.

Hasil survei, menunjukkan bahwa kualitas garam industri di Malaka ini berkualitas secara nasional dan diharapkan dapat menekan impor garam industri yang selama ini dilakukan pemerintah Indonesia.

Lanjut, Sang Putu Mahardika kehadiran PT IDK di Malaka sejak tahun 2016 guna melakukan survei lahan dan potensi garam industri untuk kepentingan nasional. Dalam survei ini menunjukkan bahwa lahan yang ada sangat potensial dan berkualitas dalam produksi garam industri.

Dijelaskan Sang Putu, selama kurun waktu tersebut hingga tahun 2020 memang dilakukan pendekatan dengan pemilik lahan termasuk pengurusan ijin pembuatan garam industri dan bersyukur di bulan Juni 2021 telah dimulai proses produksi.

Baca Juga :   Satu Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua

“Kami memiliki 103 karyawan dimana 98 persen pekerja anak lokal dan 6 bukan asli Malaka. Target kami wujudkan garam di Malaka sebagai garam industri terbaik secara nasional. Kami ada dua side yakni di Weoe 300 Ha dan side Desa Rabasa. Sejak Juni sudah produksi dengan 7 ladang penguapan dengan waktu pengeringan selama 23 hari,” tuntas Putu. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top