TIMOR

Elen Corputty: Pembayaran Insentif Tenaga Penunjang Terkendala Administrasi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Direktris RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua, dr. Bathseba Elena Corputty angkat bicara terkait belum dibayarkannya insentif bagi tenaga kesehatan penunjang yang menangani Covid-19.

Dokter Elen sapaan karibnya kepada media, Kamis (5/8/2021) di ruang kerjanya membenarkan belum dibayarkannya insentif bagi tenaga penunjang di RSUD yang dipimpinnya.

Disebutkan, pihaknya belum membayar karena terkendala kelengkapan administrasi. Pasalnya, untuk membayar insentif, harus sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada. “Kita bayar sesuai juknis. Kita tidak asal bayar insentif untuk tenaga penunjang,” bilangnya.

Jika administrasi setiap unit lengkap, pastinya akan dibayar, setelah verifikator menverifikasi semua administrasi. Yang terjadi saat ini, karena administrasi yang disyaratkan dalam juknis belum lengkap.
Pihaknya telah meminta setiap unit untuk melengkapi, untuk kemudian diserahkan kepada verifikator. Selanjutnya jika verifikasi selesai, maka akan diserahkan ke keuangan untuk pencairan dananya. “Tidak gampang untuk mencairkan dana covid-19. Kita berpedoman pada juknis,” timpalnya.

Dikemukakan, anggarannya tersedia dan tidak ada persoalan. Yang menjadi persoalan adalah administrasi dari setiap unit yang ada. Adapun tenaga penunjang berasal dari unit laboratorium, radiologi, cleaning service, steril peralatan dan lainnya.
“Kita pasti bayar karena ada dananya. Hanya saja administrasinya harus lengkap, karena kita mau aman dan tidak bermasalah ketika mencairkan dana penanganan Covid-19,” imbuh dr. Elen.

Insentif untuk tenaga dokter, bidan dan perawat katanya, cepat cair karena administrasinya cepat dilengkapi. Karena cepat, kita juga bayarnya cepat pula. Dia meminta tenaga penunjang disetiap unit untuk bersabar dan proaktif melengkapi administrasi yang diminta.

Baca Juga :   PT Kupang Bebaskan Basri Nelayan Asal NTB. "Semua Barang Bukti Harus Dikembalikan kepada Nelayan"

Ditambahkan, insentif tenaga penunjang untuk bulan Januari 2021 sedang diproses, dan akan diserahkan ke verifikator. Jika selesai dan disetujui, maka dalam bulan ini bisa dibayarkan. “Intinya kita akan bayarkan setelah dinyatakan lengkap administrasi. Kita tidak mungkin mengikuti kemauan setiap orang. Yang kita ikuti yakni juknis,” tuntasnya.

Untuk diketahui, insentif tenaga penunjang yang ikut dalam penanganan Covid-19, terhitung Januari hingga Agustus 2021 belum dibayar oleh manejemen RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top