TIMOR

Peduli Kebersihan Lingkungan, IMPRA dan Kompas Bersihkan Sampah di Pasar Rakyat

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Raihat (IMPRA) bersama Komunitas Pecinta Sampah (KOMPAS) Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Aloysius Gonzaga Raihat menggelar kerja bakti di Pasar Rakyat Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kamis (19/8/2021).
Aksi pembersihan sampah tersebut, inisiatif IMPRA dan KOMPAS-STAG-RAI guna menjaga kebersihan lingkungan.

“Alasan mendasar dari kegiatan ini yakni kami peduli lingkungan, terlebih sebagai bagian dari masyarakat ilmiah dalam bingkai NKRI,” kata Ketua Umum IMPRA periode 2021-2022, Godefridus Mau yang tengah berkuliah di Politani Kupang, Jurusan Kehutanan itu.

Mahasiswa semester tiga tersebut mengemukakan, pihaknya sangat mencintai dan peduli akan Raihat yang didiami saat ini.
Kepedulian itu dikonkritkan dengan membersihkan sampah yang berserakan di areal pasar rakyat, Sekutren, Desa Tohe.

Dilanjutkan, upaya kecil pihaknya hanya untuk menunjukan kepada masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan terutama di areal pasar. “Pasar ini digunakan oleh para pedagang dari Atambua, Wedomu, Lahurus dan masyarakat 6 (enam) desa yang ada dalam wilayah kecamatan Raihat. Seharusnya mereka sendiri yang menjaga kebersihan. Para pedagang pasar harus lebih mencintai pasar ini, karena ditempat ini mereka bekerja dan mendapatkan rezeki (uang). Kami kerja bakti ini, untuk jaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.

Ia berharap agar para pelaku pasar, Pemerintah Desa Tohe, Pemerintah Kecamatan Raihat dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, dapat menyediakan tempat sampah. Dengan begitu, para pedagang setelah pasar, bisa mengumpulkan sampah dan dibuang pada tempatnya.

Baca Juga :   Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Malaka Lancar. Kadis: Belum ada Kejadian Luar Biasa

Ketua IMPRA juga mengharapkan agar OPD dapat mengalokasikan anggaran untuk menempatkan satu atau dua orang sebagai penjaga dan pembersih pasar. Gajinya bisa diambil dari hasil retribusi pasar setiap hari Rabu.

Kepala SMAK St. Aloysius Gonzaga Raihat, Rm. Nikolaus N. Dalu, Pr melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Yonas Engelbert Talok kepada media mengemukakan, kerja bakti ini sangat bermanfaat dan berdampak positif. Walau baru sekali dilakukan, tetapi akan sangat membekas dalam ingatan masyarakat yang bertempat tinggal disekitar pasar. Para pemanfaat pasar hendaknya lebih sadar dan cinta akan kebersihan lingkungan.

“Pasar adalah fasilitas umum yang disiapkan oleh negara bagi masyarakatnya guna melaksanakan kegiatan ekonominya. Sudah seharusnya pemerintah, masyarakat dan pelaku pasar menyadari akan tanggung jawab mereka dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan pasar. Sampah plastik yang berserakan membuat pemandangan pasar terganggu dan bangunan megah menjadi kumuh dan tidak terawat.
Sampah harus menjadi musuh kita bersama,” tandasnya.

Disebutkan, SMAK STAG-RAI telah membentuk sebuah wadah yang dinamai KOMPAS. Pihaknnya akan selalu melakukan kegiatan pembersihan lingkungan setiap hari Sabtu pada saat jam ekstra kurikuler di sekolah.

“Semoga semangat kecintaan terhadap kebersihan lingkungan dan bisa terus meningkat dari hari ke hari, baik bagi siswa itu sendiri maupun masyarakat Raihat pada umumnya. Non Multum Set Multa yang bermakna, biar kecil namun berarti,” tuntasnya. (ferdy talok)

Baca Juga :   Dinas PKPO Malaka Segera Ubah Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top