TIMOR

Pengobatan Gratis, Sudah 11 Warga Belu yang Rawat Inap di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pelayanan berobat gratis menggunakan KTP telah berjalan di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Atambua.

RSUD ini telah melayani pasien yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan ini adalah hari kelima dari pemberlakuan program pengobatan gratis sejak 1 Agustus 2021 di masa Pemerintahan Bupati Belu, Agus Taolin dan Wakil Bupati, Aloysius Haleserens.

Untuk menjawab pelaksanaan program ini secara efektif, RSUD selalu membangun koordinasi dengan pihak terkait seperti BPJS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melalui grup Whatsapp.
Demikian Direktris RSUD Atambua, dr. Bathseba Elena Corputty di ruang kerjanya, Kamis (5/8/2021).

Dikemukakan, sampai saat ini banyak warga Belu yang memanfaatkan pelayanan pengobatan gratis.
Untuk rawat inap sudah sebanyak 11 orang, sedangkan yang rawat jalan sudah banyak, baik dari poli rawat jalan maupun IGD.

Walau demikian ada beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program pengobatan gratis ini

Kendala yang ada yakni masyarakat karena sudah tahu pengobatan gratis mereka langsung saja datang ke rumah sakit, sedangkan prosedurnya harus tetap seperti peserta yang memegang BPJS, KISS, yaitu harus lewat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas atau dokter keluarga, kemudian dibuat rujukan baru ke Rumah Sakit. Mengatasi hal itu, pihaknya sudah komunikasikan dengan FKTP yang ada” bilangnya.

Kendala lainnya adalah, Kartu tidak aktif karena premi untuk peserta-peserta mandiri yang ingin beralih berobat pakai KTP.
Namun pihak RS tetap memberikan pelayanan bagi pasien BPJS Mandiri bagi kartunya tidak aktif.

Baca Juga :   Sedot Biaya Rp 57 Miliar Per Tahun, Seluruh Teko di Malaka Diberhentikan

”Untuk peserta BPJS mandiri yang beralih ke pengobatan pakai KTP, kita Foto datanya lalu kita kirim ke grup (Whatsapp) dan BPJS akan tindaklanjuti dengan pindah segmen, nanti ada respon lagi dari BPJS yaitu sudah diproses dan bisa dilayani,” terangnya.

Juga ditemukan kepesertaan ganda karena sebelumnya sudah dibiayai dan penangguhan peserta.
Ada peserta ganda, dimana ada yang sudah dapat PBI (Penerima Bantuan Iuran) pusat yang dibiayai APBN dan saat ini pakai KTP. “Ada juga penangguhan peserta. Dimana dulu sudah pergi mendaftar ke BPJS tetapi belum pergi membayar untuk peserta yang baru, jadi itu juga sama, kita foto kirim ke Grup, masing-masing yang terkait tindaklanjuti,” pungkas dr. Elen. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top