TIMOR

Buka SKD, Bupati Malaka Sebut ASN Mesin Utama Jalannya Pemerintahan

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, SH.MH. membuka Seleksi Kompentensi Dasar (SKD) dalam tes CPNS tahun 2021 di Halaman kantor Bupati Malaka, Sabtu (18/9/2021).

Bupati Malaka, Simon Nahak pada kesempatan itu mengatakan, Aparatur Sipil Negara merupakan instrumen penting dalam meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan khususnya terkait ideologi Pancasila.

Bupati yang karib disapa SN ini menjelaskan, ASN itu harus bisa menjadi mesin utama dalam jalannya pemerintahan. Abdi negara ini pun memiliki jumlah yang cukup banyak sehingga memiliki dampak yang besar terhadap terjaganya nilai-nilai bernegara.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya dalam membina ASN dan menyadari pentingnya peran aparatur negara dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

Calon ASN atau PNS ungkapnya, juga harus memiliki profesionalisme memiliki kepandaian khusus, memiliki sikap disiplin dan kerja keras, serta tekun dalam menjalankan tugas.

“Calon ASN harus memiliki integritas diri yakni bersikap jujur dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip, nilai moral dan etika yang kuat,” sebutnya.

Pembukaan seleksi SKD tersebut dihadiri, Sekda Malaka, Donatus Bere dan Kapolres Malaka, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, SH.SIK, Danramil 1605-04 Betun, Mayor. Ahmad Hartono dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Malaka yang hadir.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pelamar yang mengikuti seleksi administrasi CPNS Kabupaten Malaka tahun 2021 sebanyak 5.541.
Dari jumlah pelamar 5.541 orang itu, hanya 5.198 yang lulus seleksi administrasi. Sementara 343 pelamar tidak lulus seleksi administrasi. Seleksi administrasi telah dilaksanakan sejak tanggal 30 Juni 2021 hingga 26 Juli 2021.

Baca Juga :   Hilang Kendali, Yosua dan Eman Tewas di Depan Kantor Lurah Beirafu

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Malaka memperoleh quota ASN sebanyak 675 formasi. Dengan rincian, ASN sebanyak 311 formasi yang terdiri dari tenaga kesehatan 175 formasi dan tenaga teknis 136 formasi.

Untuk Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) 364 formasi. Rincianya, tenaga guru 286 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 49 formasi dan tenaga teknis 47 formasi. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top