HUKUM & KRIMINAL

Dilimpahkan, Jaksa Teliti Lagi Berkas Perkara Dugaan Korupsi Program Sanitasi Dinas PUPR Belu

Alfons G. Loe Mau

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penyidikan dugaan korupsi program sanitasi lingkungan pada Dinas PUPR Belu tahun anggaran 2017 terus berproses.
Polres Belu dalam penyidikan sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dan berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Alfons G. Loe Mau yang dikonfirmasi media ini, Selasa (14/9/2021) di ruang kerjanya mengatakan, kasus dugaan korupsi program sanitasi yang ditangani Polres Belu, telah dilimpahkan berkas perkara yang kedua kali dan sedang dalam penelitian jaksa.
Pelimpahan berkas perkara itu dilakukan pada Senin (12/9/2021) kemarin.

Disebutkan, berkas perkara para tersangka sebelumnya dikembalikan ke Polres Belu, karena dinyatakan belum lengkap atau P-18. “Namun Senin kemarin sudah dilimpahkan kembali dan sedang dilakukan penelitian,” paparnya.

Jika berkas yang dilimpahkan sesuai dengan petunjuk pihaknya, maka akan dinyatakan lengkap. Jika belum lengkap, maka akan dikembalikan ke Polres Belu. “Kalau sesuai dengan petunjuk, pastinya akan dinyatakan P-21 dan bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penyidik Polres Belu telah menetapkan lima orang tersangka masing-masing berinisial RY pekerjaan ASN, GG swasta, T swasta, MX swasta dan SA swasta yang berperan sebagai pengawas proyek.

Penyidik Tipikor Polres Belu menangani kasus dugaan korupsi proyek program sanitasi lingkungan ini sejak awal 2020. Pagu anggaran proyek itu senilai Rp 4,6 miliar. Proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Belu ini dikerjakan tahun anggaran 2017.

Baca Juga :   Dinkes Malaka Bentuk Rindu KIA

Kerugian keuangan negara yang ditemukan penyidik Polres Belu sebesar Rp 290.637.000. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top