RAGAM

226,30 Juta Warga Indonesia Telah Menjadi Peserta BPJS

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dirut BPJS, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK, membuka Media Workshop, Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 dengan Tema T”ahun ke-8 Program JKN-KIS kian inovatif diera disruptif” secara daring, Kamis (28/10/2021).

Dalam sambutannya, Dirut BPJS Kesehatan itu menyebutkan, media punya peran besa dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Media katanya, berperan dalam menyebarkan informasi, edukasi dan sosialisasi peran-peran lain secara transparan.

Dikatakan, BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik, butuh peran media, dalam menyebarkan informasi yang benar dan aktif serta problem solving. “Tentu kami perlu penyebaran informasi program JKN-KIS secara menyeluruh,” paparnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta semua ujung tombak di BPJS Kesehatan, untuk menjalin kemitraan dengan baik dengan media, dalam menyampaikan informasi publik.
“Terima kasih sudah berikan informasi yang benar terkait JKN-KIS kepada publik,” timpalnya.

Sementara itu, Sekretaris BPJS Kesehatan selaku Ketua Panitia, Arief Syaefudin mengatakan, webinar, workshop dan media masa menjadi kekuatan membentuk opini di masyarakat.
Maka perlu pemahaman yang baik oleh media terkait kerja BPJS dan penanggulangan covid.

Terpisah, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK dalam materi workshop media mengutarakan, kehadiran BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hingga kini katanya, jumlah peserta BPJS mencapai 226,30 juta jiwa atau sekira 83.40 persen. Ditargetkan pada 2024, kepersertaan BPJS Kesehatan mencapai 98 persen.

Baca Juga :   Maksimalkan Jumlah Pemilih Pilkada NTT KPU Belu Pasang Spanduk

Proporsi biaya pelayanan kesehatan rujukan sebesar 84 persen, sedangkan biaya pelayanan kesehatan primer sebanyak 16 persen.

Terkait peningkatan pelayanan sebutnya, pihaknya menyediakan sejumlah layanan diantaranya BPJS Satu, yakni pemberian layanan informasi di rumah sakit. Kemudian ada layanan care center 165 untuk informasi, pengaduan, perubahan data dan konsultasi kesehatan.
Pihaknya juga menyiapkan layanan Pandawa yakni chat melalui WA, serta layanan Chika yakni chat melalui facebook messengger.

Narasumber lainnya, dr. Siti Nadia Tarmisi M.Epid dalam meterinya mengemukakan, kasus harian Covid-19 mengalami penurunan dimana tercatat pada 27 Oktober 2021 hanya sebanyak 719 orang terkonfirmasi. Totalnya 4.241.809 orang. Sementara yang meninggal dunia bertambah 29 orang dengan jumlah total sebanyak 144.299 orang di seluruh Indonesia.

Dia berharap BPJS Kesehatan terus memberi pelayanan kepada masyarakat melalui insturumen yang telah disediakan, agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pada bagian yang sama, dr. Pandu Riono MPH. Ph.D dalam materi workshopnya mengemukakan untuk mengendalikan pandemi dibutuhkan konsistensi semua masyarakat menjaga kesehatan.

Untuk mengendalikan pandemi selain menerapkan 5M, juga 3T dan Vaksinasi. Dengan begitu, pandemi akan terkendali ditengah masyarakat seluruh Indonesia. “5M + 3T + V= Pandemi Terkendali,” ungkapnya.

Karena itu pemerintah pusat dan daerah, termasuk BPJS harus konsisten menerapkan hal ini. Jika dibiarkan, pastinya pandemi tidak akan terkendali. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pengembalian Dana PEM Kota Kupang Capai 90 Persen
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top