TIMOR

Bank NTT Cabang Atambua Belum Terima Permohonan Pinjaman Daerah dari Pemda Belu

Ilustrasi/ist

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemda Belu tengah memproses pinjaman daerah ke Bank NTT Cabang Atambua. Salah satunya meminta persetujuan DPRD Belu, yang hingga kini belum ditetapkan.
Awalnya Pemda Belu mengajukan pinjaman daerah ke Bank NTT sebesar Rp 50 miliar, namun dalam perjalanan pinjaman daerah dinaikan menjadi Rp 200 miliar.

Untuk pinjaman senilai Rp 50 miliar, Bupati Belu telah mengajukan surat kepada Bank NTT Cabang Atambua, seraya meminta persyaratan yang harus dipenuhi. Bank NTT kemudian telah membalas surat Bupati Belu, dengan menyertakan persyaratan yang harus dipenuhi.

Sementara untuk pinjaman senilai Rp 200 miliar hingga kini belum diajukan Pemda Belu ke Bank NTT Cabang Atambua. “Sampai sekarang belum ada yang ke bank NTT,” kata Kepala Cabang Bank NTT Atambua,
Adrianus M. Pontus yang tengah berdinas di luar kota, Senin (22/11/2021).

Dikemukakan, hingga kini juga pihaknya juga belum menerima permohonan dan besaran pinjaman. “Kami belum menerima permohonan berapa besar pinjaman yang akan di ajukan Pemda Belu,” timpalnya.

Bank NTT sambung Adi Pontus sapaan karibnya, sifat menunggu pengajuan dari Pemda Belu. “Kami sifatnya menunggu saja, kapan Pemda Belu akan mengajukan pinjaman daerah,” imbuhnya.

Menyoal persyaratan yang harus dipenuhi, ia menyebutkan, tentu mekanismenya dan ketentuannya tetap sama. Sejumlah ketentuan harus dipenuhi oleh pemda Belu.

Untuk diketahui, ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
a. Persetujuan Anggota DPRD yang diperoleh melalui rapat paripurna
b. Pertimbangan Menteri Dalam Negeri.
c. Surat Penetapan Menteri Keuangan berkaitan dengan Batas Maksimum Kumulatif Pinjaman daerah secara keseluruhan (diterbitkan setiap bulan Agustus).
d. Peraturan Menteri Keuangan berkaitan dengan Batas Maksimal defisit APBD seluruh Pemerintah Daerah (diterbitkan setiap bulan Agustus).
e. Keputusan Menteri Keuangan tentang Bagi Hasil Sumber Daya Alam atau bagian daerah atas dana perimbangan dari pemerintah pusat.
f. Laporan realisasi PAD 3 tahun terakhir dan proyeksi PAD (Auditeed) untuk 3 tahun ke depan.
g. Laporan realisasi Dana Perimbangan untuk 3 tahun terakhir dan proyeksi dana perimbangan 3 tahun ke depan.
h. Rencana PAD 3 Tahun ke depan
Pendapat hukum dari Biro Hukum pemda berkaitan dengan pengajuan Pinjaman Daerah.
i. Daftar proyek yang telah atau akan dibiayai.

Baca Juga :   Swakelola, Gedung SMKN 1 Atambua Ditargetkan Tuntas Maret Nanti

Dana segar yang bersumber dari pinjaman daerah sesuai rencana dimanfaatkan Pemda Belu untuk infrastruktur jalan, penataan lampu jalan dan taman di Kota Atambua.
(ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top