TIMOR

Bupati Belu Tanggapi Penolakan Pinjaman Daerah oleh DPRD

ilustrasi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pupus sudah upaya Pemda Belu melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar di Bank NTT. Hal itu terjadi menyusul ditolaknya rencana tersebut oleh DPRD Belu dalam sidang paripurna, Selasa (9/11/2021).

Untuk diketahui, awalnya Pemda Belu mengajukan pinjaman daerah ke Bank NTT sebesar Rp 50 miliar. Namun kemudian membengkak menjadi Rp 200 miliar.

Bupati Belu, Taolin Agustinus yang dikonfirmasi media ini, Rabu (10/11/2021) malam, terkait ditolaknya rencana Pemda Belu melakukan pinjaman daerah akhirnya buka suara.

Ia membenarkan DPRD Belu menolak pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar. “Iya DPRD tidak setuju,” ungkapnya.

Walau demikian kata bupati, pihaknya tidak mempermasalahkan penolakan itu. “Tidak masalah soal penolakan pinjaman daerah itu,” ujarnya.

Dikemukakan, niat Pemda Belu melakukan pinjaman daerah untuk mempercepat pembangunan. Akan tetapi tidak disetujui. Pihaknya akan tetap bekerja dengan dana yang ada.
“Tidak masalah, kita tetap bekerja membangun Belu menggunakan dana yang ada. Masyarakat tidak perlu khawatir,” timpalnya.

Tidak disetujuinya pinjaman daerah tambahnya, tidak mengganggu program yang sudah dicanangkan. Pihaknya akan terus berupaya melakukan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Terpisah, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr kepada media ini mengatakan, DPRD Belu dalam paripurna belum lama ini satu suara menolak rencana pinjaman daerah oleh Pemda Belu.

Hal ini menjadi keputusan bersama ditingkat fraksi, maupun alat kelengkapan DPRD Belu.
Penolakan itu lantaran DPRD Belu melihat kemampuan fiskal Pemda Belu yang tidak memungkinkan untuk melakukan pinjaman daerah. Sebab pemda harus membayar beban pokok dan bunga pinjaman daerah.
Disamping itu, masa pengembalian pinjaman daerah yang singkat sesuai masa jabatan Bupati dan Wabup saat ini, menjadi pertimbangan DPRD.

Baca Juga :   Golkar NTT Bantu APD Standar WHO kepada Menajemen RSUPP Betun

“Pinjaman daerah, jelas menjadi utang daerah. Kita tidak ingin beban fiskal daerah bertambah dengan pinjaman daerah ini. Dasar itulah kita tolak rencana Pemda Belu itu,” tuntasnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top