TIMOR

Ini Penjelasan Sekda Belu Terkait Nasib Teko

Johanes Andes Prihatin

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin memberi komentar atas surat yang ditandatangani Bupati Belu, Taolin Agustinus terkait tenaga kontrak (Teko) di Kabupaten Belu.
Dalam surat Bupati Belu tertanggal 18 November 2021 dengan jelas menyatakan tenaga kontrak terhitung 1 Januari 2022 diberhentikan. Sedangkan untuk untuk perekrutan kembali, menunggu informasi lanjutan.

Kepada media ini, Kamis (18/11/2021), Sekda menjelaskan, surat tersebut bukan untuk pemberhentian teko, tetapi mengingatkan pimpinan OPD untuk memberitahukan kepada masing-masing teko diinstansinya bahwa kontrak teko sesuai perjanjian kerja berlaku 1 tahun dari Januari sampai dengan Desember 2022.

Dalam surat itu juga memerintahkan para pimpinan OPD untuk mengambil langkah-langkah antisipasi apabila kontrak teko berakhir, seperti mengidentifikasi tugas-tugas pelayanan publik apa saja sehingga jika berakhir kontrak teko, pelayanan publik tidak terganggu.

Ia melanjutkan, karena kontrak berakhir Desember, otomatis kalo berhenti. Untuk informasi perekrutan menyusul. “Informasi perekrutan menyusul setelah surat ini,” tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kontrak (Teko) di Kabupaten Belu perlu bersiap-siap. Pasalnya, per 1 Januari 2022, akan diberhentikan seluruhnya dan akan diinformasikan lagi keberlanjutan kontraknya.

Informasi ini berdasarkan surat Bupati Belu dengan Nomor BKPSDMD.870/48-/XT/2021, perihal Pemberitahuan kepada pimpinan OPD Belu, tertanggal 18 November 2021.

Adapun isi surat yang ditandatangani Bupati Belu, Taolin Agustinus itu menyebutkan, berdasarkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja
yang telah dilakukkan oleh masing-masing Organisasi Perangkat
Daerah, maka diminta perhatian saudara-saudari akan beberapa hal
sebagai berikut:
1. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah mengambil langkah
langkah sebagai berikut:
menyampaikan kepada tenaga kontrak yang berada instansi masing-masing secara tertulis bahwa kontrak akan
berakhir pada tangsal 31 Desember
2021, sehingga terhitung
tanggal 1 Januari 2022 tenaga kontrak daerah diberhentikan.
b. Mengidentifikasi tugas/pekerjaan tenaga kontrak dan
mengalihkan tugas/ pekerjaan tersebut kepada Pegawai Negeri
Sipil yang ada atau, kepada pimpinan unit terendah setingkat
eselon IV (Kepala Sub Bagian/Kepala Seks yang akan secara
bertahap, beralih menjadi tenaga fungsional mulai tahun 2022
c. Mengindentifikasi tugas/pekerjaan tenaga kontrak yang
berikaitan langsung dengan pelayanan publik khususnya
pekerjaan teknis pelayanan yang akan terganggu saat
berakhirnya kontrak seperti tenaga kontrak dibidang kesehatan, pendidikan, satgas kebersihan, operator, sopir, penjaga malam dan petugas kebersihan kantor dan
melaporkan kepada Bupati Belu Cq Kepala Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Rabupaten Belu paling lambat tanggal 2O November
2021, sesuai format terlampir. (ferdy talok)

Baca Juga :   Warga Labarai, Desa Kamanasa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top