TIMOR

Ini Pernyataan Sikap Kontas Malaka Terkait Kekerasan Oknum Anggota DPRD Malaka Terhadap Wartawan

Cyriakus Kiik

BETUN, Kilastimor.com-Oknum Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan,b kekerasan fisik dan psikis terhadap wartawan media online deliknews.com, Damianus Atok di kantor DPRD Malaka.

Benny Chandradinata diduga melakukan perbuatannya terkait pemberitaan deliknews.com tentang pengerjaan jalan alternatif sungai Benenain pada April 2021 lalu. Keterkaitan ini diungkapkan Benny Chandradinata saat bertemu Damianus Atok di Gedung DPRD Malaka pada Senin, (15/11/2021) sekira pukul 11:00 Wita.

Saat itu, Damianus Atok sementara duduk bersama-sama dengan tiga anggota DPRD lainnya, yakni Ronaldo Asury dari PDI Perjuangan, Jemianus Koe dari Partai Golkar dan Krisantus Yulius Seran dari Partai Gerindra. Selain itu, ada pula Remigius Bria, salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

Tak lama kemudian, oknum anggota DPRD lainnya dari Partai Gerindra Benny Chabdradinata datang. Melihat Benny Chandradinata datang, Damianus Atok menyapanya. Sapaan itu dijawab Benny Chandradinata dengan mengatakan “Selama ini saya marah kamu. Karena kau tulis  berita jalan alternatif, ditanyakan ke saya”. 

Benny Chandradinata kemudian berjalan menuju Damianus Atok dengan wajah serius merah padam. Tiba-tiba Benny Chandradinata menendang kaki kanan Damianus Atok. Selanjutnya Benny Chandradinata mengatakan, jalan alternatif itu bukan dikerjakan dirinya. “Bukan saya yang kerja. Nama yang ada dalam kontrak alat berat itu juga bukan nama saya. Karena saya sebagai anggota Dewan tidak urus pekerjaan proyek,” paparnya.

Baca Juga :   BKPP Malaka Distribusi Teko ke Setiap OPD

Selanjutnya, Benny Chandradinata menanyakan Damianus Atok, “Kamu buat pertanyaan ke saya ada 10 pertanyaan, apakah kau polisi kah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan kamu, karena pada saat itu belum ada kontrak kerja sama dari Dinas PUPR bahwa kontrak kerjasama itu apakah  dengan sistim harian atau pembayarannya dengan harian. Jadi, saya tidak menjawab”.

Atas penjelasan Benny Chandradinata, Damianus Atok memberi penjelasan. “Bos, saya tanya itu sesuai dengan informasi yang saya dapat di lapangan. Alat berat yang dipakai untuk mengerjakan jalan alternatif itu bos punya. Pertanyaan saya itu untuk mencari tahu apakah informasi itu benar atau tidak. Pertanyaan itu juga merupakan kewajiban saya sebagai wartawan untuk keseimbangan berita,” timpalnya.

Mendapat penjelasan Damianus Atok demikian, Benny Chandradinata mengungkapkan, penggunaan alat berat itu dibayar pihak Dinas PUPR Kabupaten Malaka dengan hitungan Rp 2.5 juta per hari.

Benny Chandradinata kemudian melanjutkan bahwa sikap kurang bersahabat dan tindakannya menendang Damianus Atok tadi hanya kelakar dan main gila sebagai adik-kakak, bukan wartawan dengan anggota DPRD.

Atas peristiwa itu, Ketua Komunitas Wartawan Perbatasan (KONTAS) Malaka, Cyriakus Kiik mengeluarkan Pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Sikap dan pernyataan oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata dengan mengatakan, “Selama ini saya marah kamu. Karena kau tulis  berita jalan alternatif, ditanyakan ke saya. Kamu buat pertanyaan ke saya ada 10 pertanyaan, apakah kau polisi kah?”, adalah sikap arogan, melecehkan profesi wartawan dan merupakan perbuatan tidak menyenangkan di depan umum. Sebab, sikap itu ditunjukkan di hadapan lebih dari satu orang dan di tempat terbuka di Kantor DPRD Kabupaten Malaka.

Baca Juga :   Bupati Malaka Dinilai Peka dalam Penetapan Jumlah Formasi Guru Agama

2. Tindakan oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata yang menendang Damianus Atok di kakinya adalah tindakan kekerasan fisik yang nyata-nyata menyerang kehormatan Damianus Atok baik secara pribadi maupun dalam profesinya sebagai wartawan.

3. Tidak benar tindakan Benny Chandradinata memarahi dan menendang Damianus Atok sebagai tindakan kakak-adik berkelakar dan main gila. Sebab, saat bertemu Damianus Atok, Benny Chandradinata mengatakan bahwa Benny Chandradinata marah Damianus Atok sudah lama atas pemberitaannya terkait pengerjaan jalan alternatif Sungai Benenai. Itu berarti Benny Chandradinata melakukan perbuatannya secara berencana dan terkait langsung dengan karya jurnalistik Damianus Atok, sehingga tentu sangat tidak bertanggungjawab bila Benny Chandradinata mengatakan sikap marah-marah dan tindakannya menendang Damianus Atok itu merupakan sikap dan tindakan berkelakar dan main gila antara kakak-adik, bukan wartawan dan DPRD. Sikap dan tindakan Benny Chandradinata justru sangat merendahkan harga diri pribadi Damianus Atok dan profesi wartawan umumnya;

4. Kami sangat mengutuk keras sikap dan tindakan Benny Chandradinata, sebab sikap dan tindakan itu adalah sikap dan tindakan yang menghalang-halangi wartawan dalam mencari, mengolah dan menyebarluaskan informasi sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

5. Kami mendesak oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata untuk meminta maaf kepada Damianus Atok secara khusus dan wartawan yang melakukan tugas-tugas jurnalistik di Kabupaten Malaka pada umumnya.

Baca Juga :   SBS: Petugas Posko Harus Waspada dengan Kedatangan Warga Luar Malaka

6. Bila point (5) tidak dipenuhi Benny Chandradinata maka kami, KONTAS Malaka, akan melakukan tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top