TIMOR

Wawali Hadiri Bhayangkara Mural Festival 2021. “Seni Mural Bukan Vandalisme”

KUPANG, Kilastimor.com-Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri Bhayangkara Mural Festival 2021 yang berlangsung di Lippo Plaza Kupang, Kelurahan Fatululi, Sabtu,(30/10).
Bhayangkara Mural Festival yang diadakan dengan meriah tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Divisi Humas Polri yang ke-70.

Mural Festival bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para seniman untuk bebas berekspresi, dalam menuangkan kreativitas seni mural yang digunakan untuk menyampaikan kritikan positif bagi Institusi Kepolisian.
Mural Festival tahun 2021 mengambil tema; “peran generasi muda dalam menyampaikan informasi yang positif ditengah pandemi”. Seni mural digunakan sebagai sarana untuk memberikan kebebasan mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki serta untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis yang dicurahkan melalui media yang permanen.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Lotharia Latif dalam sambutannya menyampaikan pembukaan Festival Mural tahun 2021 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Khusus di Nusa Tenggara Timur diikuti sebanyak 22 peserta dan salah satu peserta telah diberangkatkan ke Mabes Polri untuk mengikuti secara langsung festival mural. Kapolda mengungkapkan bahwa nilai utama dari mengikutsertakan diri dalam kompetisi festival mural bukanlah kemenangan tetapi semangat kebersamaan dan toleransi untuk bersama-sama menjaga Indonesia. “Festival mural diharapkan dapat menjadi alat untuk menyampaikan kritik yang membangun dan hal itu merupakan tujuan utama sehingga kemenangan spiritual benar benar dapat tercapai bersama semua talenta-talenta seniman mural,” ujarnya.

Baca Juga :   Klau: Pelanggaran Lalulintas Masih Tinggi di Malaka

Kapolda menambahkan bahwa festival mural tahun 2021 menghadirkan banyak talenta yang luar biasa dan mereka akan mengekspresikan seni mereka untuk membuat suatu tempat yang biasa menjadi bagus dan indah, dengan berbagai tema positif seperti tema patriotisme, etos kerja dan lain sebagainya. Diharapkan melalui seni mural bisa timbul semangat dan motivasi bagi masyarakat terlebih lagi jika seni mural menjadi sarana untuk mengkritik dengan kritikan yang konstruktif serta bernilai positif sekaligus dapat dinikmati sebagai karya bernilai seni.

Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man seusai memberikan goresan pertama pada media kanvas dari peserta Bayangkara Mural Festival 2021 menjelaskan bahwa dalam upaya pembangunan kota yang lebih indah maka pemerintah dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang benar dan sejalan tentang apa itu seni mural dan fungsi positifinya.

“Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat bahwa seni mural bukanlah suatu vandalisme dan hal itu harus dijelaskan secara tegas kepada publik. Mural adalah seni dalam mengekspresikan perasaan, dalam hal ini perasaan berdemokrasi, jadi apabila mural digunakan untuk mengekspresikan kritikan kepada pemerintah dalam konteks berdemokrasi saya kira itu sah-sah saja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan tempat-tempat yang mengakomodir komunitas seniman mural untuk berekspresi dalam menuangkan seni mural yang dimiliki oleh para talenta seniman mural. (*/rino mesak)

Baca Juga :   Rumah Adat Harus jadi Destinasi Pariwisata Budaya
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top