TIMOR

DPRD Belu Temukan Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri Dikarantina Tak Diperhatikan Satgas Covid-19

ATAMBUA, Kilastimor.com-Virus Omicron yang mulai merebak membuat Pemda Belu melakukan karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.

Terkait itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu meninjau karantina bagi warga negara asing dari Timor Leste yang di karantina oleh Satgas Covid-19 Pemda Belu, di dua Hotel, Selasa (11/01/2022).

Pantauan media ini, tiga anggota dewan tersebut adalah Benediktus J. Halle, SH yang juga Ketua Fraksi Golkar, Aprianus Hale, A.Md dari Fraksi Partai Nasdem, anggota Fraksi Demokrat, Kristo Rin Duka.

Dua hotel yang dipantau oleh tiga anggota DPRD Belu tersebut masing-masing Hotel Paradiso dan Hotel Timor. Kedua hotel tersebut telah ditentukan oleh Pemda Belu untuk menjadi tempat karantia untuk pelaku perjanan internasional.

“Pemerintah harus lebih memikirkan para pelaku perjalanan karena kebanyakan dari masyarakat kita sendiri. Kalau memang ini aturan, boleh saja. Namun dari yang kami lihat, dinas kesehatan belum siap dan mutu pelayanan harus ditingkatkan,” kata Ketua Fraksi Golkar itu.

Lanjutnya, beberapa pelaku perjalanan yang di karantina, mengaku hingga saat ini belum ada pelayanan dan perhatian satgas. Sementara, para pelaku perjalanan diharuskan untuk karantina di hotel walaupun memiliki rumah di Atambua dan biaya keseluruhan ditanggung sendiri.

“Tadi kita sidak di Hotel Paradiso beberapa pelaku pelayanan dan penjaga hotel mengatakan belum ada tindakan khusus dari pihak Satgas Covid maupun tenaga kesehatan seperti rapid tes dan swab. Celakanya lagi, biaya hotel dan makan selama 7 sampi 10 hari ditanggung sendiri sedangkan banyak warga yang punya rumah di Atambua,” ujarnya.

Baca Juga :   Senin, Pejabat Eselon III Dimutasi. 8 Camat Ikut Digeser

Aprianus Hale menyoroti fasilitas karantina bagi pelaku perjalanan internasional.
“Bagaimana soal makan minum dan kenyaman di masa karantina, apakah dari satgas dan tim kesehatan selalu pantau kesini? Hal ini harus jelas dan jangan bebani para pelaku perjalanan,” bilang politisi muda itu.

Petugas Hotel Paradiso, Atambua menyebutkan, pihaknya menjadi salah satu hotel yang ditunjuk untuk karantina pelaku perjalanan dari luar negeri. Untuk pelayanan, dari Dinas Kesehatan Belu hanya mengecek daftar nama dan tidak ada tindakan apapun. (*/ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top