HUKUM & KRIMINAL

Fosmab Minta Polres Belu Usut Dugaan Pungli Bantuan Alat Pertanian

Eusebius Sulun

KUPANG, Kilastimor.com-Dugaan pungli bantuan alat pertanian yang menyeruak dan diduga dilakukan oleh Ketua DPC PDIP Belu, menyedot perhatian Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (Fosmab) Kupang.

Ketua Umum Fosmab Kupang, Eusebius Sulun kepada media ini, Kamis (20/1/2022) menyebutkan, dugaan pungli bantuan alat pertanian hasil perjuangan anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema, oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Belu sangat disayangkan.

“Kami mahasiswa Belu yang tergabung dalam FOSMAB Kupang menyayangkan dugaan pungli oleh pimpinan DPC PDIP Belu,” bilangnya Sulun Meta sapaan karibnya.

Dugaan pungli menurutnya, merupakan tindakan yang sangat memalukan. Pasalnya, oknum yang ada hanya mengutamakan kepentingan diri dan golongan.

Karena itu, pihaknya mendesak pihak yang berwajib khususnya Polres Belu untuk melakukan penyelidikan atas dugaan itu, tanpa harus menunggu laporan masyarakat.
“Bila terbukti, tindak tegas oknum yang mempermainkan bantuan pemerintah demi diri sendiri dan kroninya,” ujarnya.

Untuk PDIP sendiri harapnya, segera melakukan investigasi internal demi memulihkan nama baik partai. Dan jikalau terbukti, maka perlu disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di internal partai.

Untuk diketahui, Ketua DPC PDIP Belu, Yongki Rorong yang dituding melakukan dugaan pungli bantuan alat pertanian kepada sejumlah poktan, telah memberikan klarifikasi dalam konfrensi pers di Kantor DPC PDIP Belu, Senin (17/1/2022) lalu.

Dalam klarifikasinya, ia membantah melakukan tindakan pungli kepada poktan yang ada. “Saya tidak pernah melakukan pungli apapun kepada kelompok tani,” tegasnya.

Baca Juga :   Kapolda NTT Resmikan Tiga Polsubsektor di Perbatasan RI-RDTL

Hal senada disampaikan PPL Maudemo, Yosep Dasi yang dihadirkan dalam konfrensi pers itu. Ia membantah melakukan pungli kepada poktan Tunas Muda, sebab dirinya merupakan PPL Desa Maudemu, bukan PPL Desa Lamaksenulu. Dia mengaku hanya membantu mengurus dokumen para poktan yang ada.

Sementara itu, Mario da Costa Baros yang turut dihadirkan dalam konfrensi pers di kantor DPC PDIP, membantah memberi uang sebesar Rp 30 juta kepada Yosep Dasi dan Ketua DPC PDIP Belu untuk kepentingan mendapat bantuan. Ia memberikan uang itu untuk urusan keluarga. Keterangan diatas, berbeda dengan hasil wawancara media ini, di kediamannya, Sabtu (15/1/2022).

Kepada media, Mario mengaku bahwa adanya dugaan pungli untuk mendapat bantuan alat pertanian berupa traktor roda empat. Uang yang disetor sebesar Rp 30 juta, namun hingga kini bantuan belum juga didapatnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top