TIMOR

Ini Tanggapan Kapolres Belu Terkait Dugaan Pungli Bantuan Alat Pertanian

AKBP Yosep Krisbyanto

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbyanto merespon kasus dugaan pungli bantuan alat pertanian, yang menyeret nama Ketua DPC PDIP Belu, Yongki Rorong.

Kapolres yang diwawancarai media ini, Sabtu (22/1/2022) mengatakan, pihaknya baru mendengar informasi ini. “Kami baru denger kabar ini, mohon waktu ya,” sebutnya.

Kapolres Belu, meminta masyarakat maupun mahasiswa bersabar. “Sabar ya akan dilihat nanti,” bilangnya, sembari menambahkan, kasusnya kita belum tahu loh, nanti akan didalami,” tuntasnya.

Sebelumnya, Ketua Fosmab Kupang, Eusabius Sulun mengemukakan, dugaan pungli menurutnya, merupakan tindakan yang sangat memalukan. Pasalnya, oknum yang ada hanya mengutamakan kepentingan diri dan golongan.

Karena itu, pihaknya mendesak pihak yang berwajib khususnya Polres Belu untuk melakukan penyelidikan atas dugaan itu, tanpa harus menunggu laporan masyarakat.
“Bila terbukti, tindak tegas oknum yang mempermainkan bantuan pemerintah demi diri sendiri dan kroninya,” ujarnya.

Untuk PDIP sendiri harapnya, segera melakukan investigasi internal demi memulihkan nama baik partai. Dan jikalau terbukti, maka perlu disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di internal partai.

Untuk diketahui, Ketua DPC PDIP Belu, Yongki Rorong yang dituding melakukan dugaan pungli bantuan alat pertanian kepada sejumlah poktan, telah memberikan klarifikasi dalam konfrensi pers di Kantor DPC PDIP Belu, Senin (17/1/2022) lalu.

Dalam klarifikasinya, ia membantah melakukan tindakan pungli kepada poktan yang ada. “Saya tidak pernah melakukan pungli apapun kepada kelompok tani,” tegasnya.

Baca Juga :   IBI: Bidan di Malaka Harus Pegang Etika dan Profesional

Hal senada disampaikan PPL Maudemo, Yosep Dasi yang dihadirkan dalam konfrensi pers itu. Ia membantah melakukan pungli kepada poktan Tunas Muda, sebab dirinya merupakan PPL Desa Maudemu, bukan PPL Desa Lamaksenulu. Dia mengaku hanya membantu mengurus dokumen para poktan yang ada.

Sementara itu, Mario da Costa Baros yang turut dihadirkan dalam konfrensi pers di kantor DPC PDIP, membantah memberi uang sebesar Rp 30 juta kepada Yosep Dasi dan Ketua DPC PDIP Belu untuk kepentingan mendapat bantuan. Ia memberikan uang itu untuk urusan keluarga. Keterangan diatas, berbeda dengan hasil wawancara media ini, di kediamannya, Sabtu (15/1/2022).

Kepada media, Mario mengaku bahwa adanya dugaan pungli untuk mendapat bantuan alat pertanian berupa traktor roda empat. Uang yang disetor sebesar Rp 30 juta, namun hingga kini bantuan belum juga didapatnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top