EKONOMI

Pupuk Bersubsidi Langka, Poktan Antre Berhari-hari di Toko Kharisma. “Pupuk Gratis Pemda Belu Belum Diterima”

Anggota Poktan antre pupuk di Toko Kharisma

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kelangkaan pupuk bersubsidi di Belu membuat Kelompok Tani (Poktan) rela antre berhari-hari di Toko Kharisma Atambua, sebagai distribusi pupuk bersubsidi.

Pantauan media ini, Kamis, (20/1/2022), nampak ratusan masyarakat petani yang berasal dari beberapa Kecamatan luar kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berjubel antre di depan emperan toko tersebut.

Anggota Poktan Talau, Regelinda Olo, yang berdomisili di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu menuturkan, dirinya sudah beberapa hari datang ke kota untuk membeli Pupuk bersubsidi di Toko Kharisma. Namun harus pulang dengan tangan kosong karena terkendala administrasi dan stok persediaan pupuk.

“Kemarin kami datang bilang masih layani petani dari Kecamatan Lamaknen, hari ini baru Kecamatan Tastim. Kami datang lagi bilang DO masih banyak belum terlayani jadi kami belum bisa membeli pupuk hari ini,” ujarnya

Regelinda juga mengeluhkan jatah pembelian pupuk subsidi yang ia peroleh sangat kurang, malah ada jenis pupuk yang sama sekali tidak bisa ia dapatkan.

“Saya hanya dapat 4 karung saja, pupuk merah (NPK) 2 karung pupuk putih (Urea) 2 karung, padahal kami butuh banyak. Kami petani di desa Tialai tidak dapat pupuk Hitam (SP-36) padahal sangat kami butuhkan, karena kami selain tanam padi, kami juga tanam sayur-sayuran,” Keluhnya.

Namun demikian, Petani Desa ini tidak patah semangat dengan mengatakan bahwa dirinya akan berusaha memenuhi kebutuhan pupuk untuk tanaman padi dan sayur-sayuran dengan membeli pupuk non-subsidi.

Baca Juga :   Marak Babi Mati Mendadak, Disnak Belu Bawa 40 Sampel ke BB Vet Medan untuk Diperiksa. "Masyarakat Jangan Konsumsi Daging Babi Sakit atau Mati"

“Pupuk masih kurang e tapi tidak apa-apa biar kami usaha cari sendiri di toko (beli pupuk non-subsidi), abis mau bagaimana lagi, tidak cukup ya kami cari tambah sudah e” Kata Regelinda

Dirinya juga mengaku sampai saat ini belum menerima program bantuan pupuk gratis dari pemerintah Kabupaten Belu. “Sampai sekarang kami kelompok belum menikmati pupuk gratis dari pemerintah,” tutupnya.

Tak hanya Regelinda yang harua pulang ke desa dengan tangan kosong, tampak juga petani lain yang hari ini turun ke kota membeli pupuk bersubsidi terpaksa harus pulang dengan tangan hampa karena alasan yang sama. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top