POLITIK

BKH: Kekuasaan Jangan Dipakai untuk Beranggus Demokrasi dan Wartawan

KUPANG, Kilastimor.com-Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Beny K. Harman (BKH) sekaligus Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), meminta agar siapa pun tidak menggunakan kekuasan untuk memberanggus demokrasi dan mengeroyok wartawan yang kritis.

pernyataan ini dilontarkan BKH dalam rapat konsolidasi DPD Partai Demokrat NTT di Resto Celebes Kota Kupang, Rabu (27/04/2022).

“Tahun 2024 (Partai Demokrat, red) makin kompetitif dan semakin berkompetisi. Konsolidasi menuju menang merebut kekuasaan melalui Pemilu (minimal 80 seat) ditunjang tripel kekuasaan (Pemilihan Legislatif, Pemilihan Bupati Wakil dan Bupati/Wali Kota Wakil Wali Kota dan Pemilihan Presiden Wakil Presiden, red) perlu dilakukan. Target 11 kursi di DPRD NTT,” katanya wakil rakyat dari Dapil NTT 1 itu.

Demokrat jika berkuasa kata dia, tidak akan alergi dgn kritik bahkan mendorong kritik terus dilakukan karena kritik adalah vitamin untk lebih menggairahkan kekuasaan. Hanya rezim dungu yng antikritik dan memberangus kebebasan. Kebebasan pers harus dikawal dan jurnalist harus dikawal agar dapat menjalankan fungsi pers dgn maksimal yakni melalukan kritik trhadap kekuasaan. Kekuasaan harus dikritik agar tidak berubah menjadi monster bagi rakyatnya.

“Demokrat kalo menang Pemilu dan meraih kekuasaan tidak akan menggunakan kekuasaan utk membatasi kebebasan termasuk kebebasan berpendapat. Justru sebaliknya harus mengawal kebebasan termasuk kebebasan pers agar rakyat leluasa memberikan masukan dan mengoreksi kekuasaan agar tidak menyimpang,” tandasnya.

Baca Juga :   KPU Ajukan Dokumen Bupati/Wabup Belu Terpilih ke DPRD

Sebelumnya, pada (26/4/2022) melalui akun twiternya,
politisi Senayan itu meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mencari dan menangkap para pelaku pengeroyokan wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi (Pemred) Suaraflobamora.com, Fabianus Paulus Latuan di Kantor PD Flobamor Kupang, seusai kegiatan jumpa pers bersama jajaran Direksi dan Komisaris PD Flobamor pada Selasa (26/4/2022).

“Seorang wartawan yang amat sering bongkar kasus korupsi dikeroyok segerombolan orang tak dikenal. Kita berharap, Kepolisian (Polda NTT, red) segera cari dn (dan) tangkap pelakunya untuk diproses dan dihukum seberat-beratnya. Ini kejahatan serius terhadap kebebasan pers,” tulisnya. ( */ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top