EKONOMI

Dukung Program Swasembada Pangan di Malaka, Kementan Kucurkan Dana Rp 2 Miliar

BETUN, Kilastimor.com-Program Swasembada Pangan yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Untuk kegiatan Optimalisasi Lahan Kering, Kementan RI melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian melalui tugas pembantuan Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menggelontorkan dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk Kelompok Tani dalam upaya peningkatan hasil pertaniannya.

Dana sebesar Rp 2,2 Miliar itu diserahkan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH kepada Poktan di ruang rapat Bupati Malaka, Rabu, 11 Maret 2022.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH usai menyerahkan dana kepada Poktan mengatakan satu hal positif yang patut dicatat yakni selama satu kepemimpinan perhatian dari pemerintah pusat cukup signifikan dengan dana dukungan sebesar 3 miliar lebih.

“Tahun kedua ini pun hingga paruh pertama, sudah ada lagi dukungan dana sebesar 2 miliar lebih. Tentunya ini menjadi capaian tersendiri yang harus diapresiasi di bidang pertanian,” ungkap Bupati Malaka.

Kepada Poktan penerima manfaat, Bupati Simon yang berprofesi lawyer ini berpesan agar dana yang sudah diterima dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Lakukan dan manfaatkan dana sesuai peruntukkannya karena saya akan turun ke lapangan melihat kelompok tani yang sudah menerima bantuan dan ikutannya dengan audit. Pasalnya dana yang dikucurkan nilainya cukup besar,” tegasnya sambil menambahkan dirinya tidak ingin di masa pemerintahan ini ada pekerjaan yang berantakan dan selalu inginkan kerja yang disiplin, tulus, ikhlas, cerdas dan tuntas.

Baca Juga :   Promosi Pariwisata, Setiap Jumat Minggu Ketiga Bupati Malaka Berkantor di Obyek Wisata

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Ludovikus Asa menjelaskan bantuan kepada Poktan itu diberikan dengan syarat penentuan lokasi yakni sumber mata air alami yang belum tersentuh bantuan untuk dibangun jaringan irigasi.

Tujuan dari pembangunan jaringan irigasi itu kata Ludovikus yakni untuk menambah Indeks Pertanaman yang mulanya 1 kali tanam menjadi dua kali dan seterusnya. Selain itu, memperluas areal persawahan.

“Penentuan besaran anggaran pun berdasarkan peta polihon, artinya disurvei secara matang untuk menentukan ketinggian. Bantuan ini pun melalui swakelola yang dikelola Poktan sendiri,” ujarnya.

Adapun Poktan yang menerima bantuan antara lain Setia Tani (Desa Kamanasa/Malaka Tengah) sebesar Rp. 528. 705.000, Hamparan Sukabihun (Desa Raimataus/Malaka Barat) sebesar Rp. 341.000.000, Kafae (Desa Angkaes/Weliman) sebesar Rp. 352.470.000 dan Sinar Bau Bein (Deaa Lakekun Barat/Kobalima).
Total yang diterima sebesar Rp. 1.705.500.000.

Menyusul dana sebesar Rp. 501 juta akan segera dicairkan dalam waktu dekat dan diberikan kepada 5 Poktan lainnya yakni Maju Mandiri (Desa Manulea/Sasitamean) sebesar Rp. 120 juta, Maju Bersama (Desa Bereliku/Malaka Tengah) sebesar Rp. 141 juta, Haburas (Desa Wehali/Malaka Tengah) sebesar Rp. 75 juta, Hamparan Nualaran Satu (Desa Harekakae/Malaka Tengah) sebesar Rp. 75 juta, Raimea D3 (Desa Fatoin/Io Kufeu) sebesar Rp. 75 juta dan SID Irigasi Perpompaan sebesar Rp 15 Juta.
Total keseluruhan dana tersebut sebesar Rp. 2. 206.500.000.

Baca Juga :   Upacara Pedang Pora Tandai Akhir Masa Tugas Kapolres Malaka Pertama

Hadir dalam acara penerimaan bantuan itu Asisten Administrasi dan Kesra Sekda Malaka, Yoseph Parera, Kepala Dinas Pertanian Malaka Vinsensius Kapu dan Para Ketua Poktan. (*/edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top