NASIONAL

Hardiknas, Mendikbudristek Apresiasi Dunia Pendidikan yang Mampu Pandemi

Bupati Malaka, Simon Nahak membaca sambutan Mendikbudristek dalam peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka Dr.Simon Nahak,SH.MH, saat membacakan sambutan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim pada upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Umum Betun, Jumat (13/5/2022) meminta para guru untuk bersama-sama mengevaluasi semua proses pendidikan.
Pasalnya, selama dua tahun terakhir, pendidikan hampir terpuruk akibat Pandemi Covid-19. “Tapi kita bersyukur hari ini kita bisa berkumpul meskipun masih terbatas,” katanya. 

Disebutkan, pihaknya mengapresiasi dunia Pendidikan mampu hadapi pandemi. “Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dunia pendidikan atas kegigihan yang dilakukan di masa pandemi covid-19 di mana mampu mengatasi berbagai tantangan serta perubahan yang ada, baik pola belajar yang dihadapi para peserta didik maupun pola mengajar yang dihadapi para tenaga pendidik,” ungkapnya.

Selama dua tahun terakhir, katanya, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi bersama dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, tidak pernah membayangkan bahwa semua dapat mengatasinya.

Situasi hari ini, sambungnya, membuktikan bahwa Indonesia jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu, dan tidak takut untuk mencoba.
Indonesia tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

“Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” kutip Bupati Simon Nahak.

Baca Juga :   YBS Bersih dan Tidak Terima Fee Pengadaan Bawang Merah di Malaka

Ditambahkan, kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Langkah Indonesia saat ini sudah semakin serentak, namun tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak.
“Kedepan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Untuk itu, diperlukan semangat untuk terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar. Selamat Hari Pendidikan Nasional,” tutup Mendikbudristek. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top