HUKUM & KRIMINAL

Kasat Reskrim Polres Belu: Korban Persetubuhan Anak Dibawah Umur Adalah Anak Piara Pelaku

AKP Sujud Alif Yulamlam

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasat Reskrim Belu, AKP Sujud Alif Yulamlam yang dikonfirmasi media ini, Senin (9/5/2022) terkait penyidikan kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur oleh Paulus Seran menyebutkan, saat ini penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Paulus Seran, korban sebut saja Mawar dan para saksi.

Dikatakan dalam pemeriksaan itu, tersangka Paulus Seran mengaku menyetubuhi Mawar sejak Juli 2020 Lalu dan terungkap Rabu (4/5/2022.

Korban terang Kasat, merupakan keponaan dari pelaku, yang dirawat dan dipiara sejak ibu kandung korban meninggal dunia pada 2014 lalu. “Jadi Mawar itu ponaannya. Ibu kandungnya Mawar merupakan adik kandung dari istri pelaku,” beber perwira balok tiga itu.

Dikemukakan, saat tersangka menyetubuhi korban baru SD kelas 5, pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakan atau membuka hal ini kepada mamanya. Jika tidak, maka akan diusir dari rumah.

“Mawar yang takut diusir, memilih mendiamkan hal ini, karena tidak ada lagi sanak familinya. Akhirnya baru terbongkar pada Rabu (4/5/2022) lalu, ketika salah satu anggota keluarga memergoki pelaku sedang melakukan aksi bejatnya di kamar tidur keluarga,” imbuhnya.

Penyidik lanjutnya, terus bekerja untuk merampungkan berkas perkara, untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Atambua.

Diberitakan sebelumnya, Paulus Seran warga Keburan Cina, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Belu, NTT tegah menyetubui Mawar pada Rabu pekan lalu. Atas perlakukaan bejat itu, Paulus dilaporkan ke Polres Belu.

Baca Juga :   161 Hektare Lahan Petani Sudah Dipacul Pemda Malaka

Saat ini Paulus telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di sel Polres Belu. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Ancaman hukuman kepada tersangka sekira 15 tahun penjara. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top