HUKUM & KRIMINAL

Setubuhi Anak Dibawah Umur Sejak 2020, Paulus Seran Dijerat Pasal Berlapis

Tersangka Paulus Seran (Jongkok) ketika diamankan pihak Buser Polres Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kekerasan dan tindak pidana persetubuhan terhadap anak seakan tak ada habisnya.

Kali ini, lokus kejadian disekitaran Kuburan Cina, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alim Yulamlam yang dikonfirmasi membenarkan adanya kekerasan seksual oleh Paulus Seran (43) terhadap Mawar (14)) yang masih duduk di SMP kelas 1.
Aksi bejat telah terjadi sejak Juli 2020 lalu dan terakhir pada Rabu (4/5/2022) lalu, yang kemudian dilaporkan ke Polres Belu.

Disebutkan, tersangka Paulus Seran (43) dalam aksinya yang terakhir, berpura-pura menyuruh korban untuk memijat badannya di kamar tidurnya yang sama. Tersangka kemudian menyetubuhi korban.

“Kejadian bermula ketika Paulus Seran berpura-pura menyuruh korban untuk memijat badannya di kamar. Tersangka langsung memaksa korban membuka pakaian dan menyetubuhinya.
Usai kejadian itu, Mawar langsung melaporkan ke Polres Belu,” bilang Kasat Minggu (8/5/2022).

Saat ini, Paulus Seran telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di sel Polres Belu. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Ancaman hukuman kepada tersangka sekira 15 tahun penjara. (ferdy talok)

Baca Juga :   Penyidik Polres Malaka Siap Tindaklanjuti Laporan Kuasa Hukum Pemda atas Alfred Baun
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top