RAGAM

STM Nenuk Bedah Dua Buku Karya Guru dan Siswa Serta Gelar Pameran Kreatifitas

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional dan semangat Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St. Yosef, Nenuk, Belu, mengadakan launching, bedah buku dan pameran hasil kreatifitas siswa, Jumat (20/5/2022).

Pantauan media ini, acara yang digelar di halaman STM Nenuk (Sebutan Lama) itu dihadiri Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, Pater Yustus Asa SVD, Kepala SMK se-Belu dan SMA tetangga, maupun para guru serta murid SMK tersebut.

Launching dan bedah buku diawali dengan penyalaan obor literasi oleh Sekda, Kepala STM Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona SVD dan Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Kepala STM Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona SVD dalam sambutannya mengatakan kegiatan hari ini merupakan puncak kristalisasi literasi di lembaga pendidikan ini. Bulan lalu bersama pimpinan Cakrawala Media NTT menggelar workshop, dan atas dorongan Bunda Literasi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, semuanya dibukukan dan dilaunching juga dibedah hari ini.
Dua buku yang ditulis guru dan siswa yakni Aksara Diatas Batas dan Pelangi di Pelosok Negeri.
“Semua antusias dan komit mendukung mendorong lembaga SMK membuat buku ini,” paparnya.

Hari ini paparnya, telah dinyalakan api literasi yang menjadi semangat dan dikobarkan dilembaga ini.
STM St. Yosep Nenuk terus berupaya untuk menjadi yang pertama di Kabupaten Belu.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin saat membuka kegitan launching, bedah buku dan pameran mengemukakan, Kabupaten Belu memiliki tradisi literasi, walau lebih banyak dalam bentuk tutur. Ada juga tulisan pada rumah adat, dan kain tenun dan lainnya.
Walau demikian memang dalam tulisan saat ini benar masih kurang.

Baca Juga :   Calon Siswa SMA Sinar Pancasila Meningkat

Disebutkan, kemampuan literasi harus terus ditingkatkan dengan rajin menulis dan membaca. Kobarkan semangat literasi, sehingga Lahir penulis baru.

“Hari jelas lahir penulis-penulis dari Belu. Kedepan harus lebih banyak penulis lagi,” harapnya.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan bedah buku “Aksara Diatas Batas dan Pelangi di Pelosok Negeri” oleh penulis NTT, Isidorus Lilijawa dan Agustinus Rikarno serta dimoderatori Pater Lukas Liu Uran SVD.

Isidorus Lilijawa dalam bedah buku mengapresiasi dua buku yang ditulis guru dan siswa STM Nenuk. Buku yang ada, jelas memiliki makna. Dia mengapresiasi karena para guru telah mampu menulis buku, sebab buku menjadi kunci bagi guru. Guru juga telah memberi contoh kepada para siswa, dan akhirnya siswa juga mampu menulis ontologi puisi pelangi di pelosok negeri. Usai bedah buku, dilanjutkan dengan pameran hasil kreatifitas siswa.

Di arena pameran, para siswa jurusan TKJ, Bangunan dan Mesin memperlihatkan begitu banyak karya, seperti lampu hias, meja makan keluarga, alat tetas telur maupun bumper mobil hasil rakitan siswa.

Selain itu, ada juga sabun cuci piring, cairan pel lantai juga Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa asli.

“Kami buat lampu tidur atau hias dari bahan daur ulang, seperti kaset bekas, stik ice cream, pipa paralon. Kita buat dalam beragam bentuk yang menarik d,” bilang siswi STM Nenuk, Adela Marilia Risi, Feby Da Crus, didampingi Ibu Guru, Yovita Mau. (ferdy talok)

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Meijering: Pemerintah Perlu Perhatikan Gaji Guru
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top