HUKUM & KRIMINAL

Bea Cukai: Berkas Tersangka Penyelundupan Kayu ke Timor Leste P-21

Logo Bea Cukai

ATAMBUUA, Kilastimor.com-Tim Patroli Laut Bea Cukai BC 7002 yang sedang melakukan Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea berhasil
melakukan penindakan terhadap Kapal KLM. Hidup Baru GT 30 No. 1038 Mp yang mengangkut Kayu Gergajian sebanyak 1.474 batang atau setara 94,55 m3 dengan perkiraan
nilai total Rp 429.480.000,00.

Sesuai rilis Kepala Bea Cukai Atambua, I Made Aryana yang diterima media ini dari Bea Cukai Atambua, Rabu (15/6/2022) menyebutkan, sesuai operasi pada Jumat, 8 April 2022 sekitar pukul 00.15 WITA mengamankan barang yang akan diekspor ke Timor Leste tanpa dilindungi dokumen pemberitahuan
pabean di sekitar Perairan Selat Ombai dengan koordinat (08°09’43.5″S 125°25’17.7″E).

Disebutkan, pengamanan ini bermula dari informasi intelijen mengenai Kapal Kayu yang diduga
mengangkut kayu gergajian dengan tujuan ekspor tanpa adanya dokumen pemberitahuan pabean.

Tim berhasil menghentikan kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan isi muatan. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih setengah jam danbkedapatan kapal tersebut membawa kayu gergajian.

Berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar dengan Nomor Y52/UPP.11/221/III/2022 dan Surat Angkutan Kayu rakyat Hasil Hutan kayu Budidaya, menunjukkan bahwa barang tersebut berasal dari Pelabuhan Ngapa’ea dengan tujuan
akhir Pelabuhan Tenau Kupang bukan Timor Leste.

Setelah memastikan sarana pengangkut dan muatan kapal tersebut tidak dilindungi dengan dokumen kepabeanan, tim segera melakukan pengamanan dan membawa barang bukti beserta ABK ke Kantor Bea Cukai Atambua untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Baca Juga :   Wakapolda Minta Masyarakat Malaka Selesaikan Masalah Secara Adat

Setelah melalui proses penyidikan, ditetapkan MA (46) jenis kelamin laki-laki, sebagai tersangka karena melanggar pasal 102A huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan
pemberitahuan pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9A ayat (1) dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 5.000.000.000.

Penyidikan telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Belu, dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. (*/ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top