TIMOR

Mantan Napi Korupsi jadi Staf Khusus Bupati Belu, DPRD Minta Ditinjau Kembali

Foto Ist.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Taolin Agustinus dan Wabup, Aloysius Haleserens telah mengangkat dua Staf Khusus (Stafsus) Bupati Belu, masing-masing Ventje Roman Abanit dan Jantje Taek.

Pengangkatan dua Stafsus itu meninggalkan tanda tanya, karena salah satu stafsus yakni Jantje Taek merupakan mantan narapida korupsi dana bansos 2007 yang telah menjalani masa hukumannya.

Dukutip dari infopublik.id, Bupati Belu Taolin Agustinus saat penyerahan SK Stafsus, Kamis (16/6/2022) kemarin mengemukakan, Pengangkatan Staf khusus Bupati Belu dimaksudkan, selain untuk mempercepat koordinasi, juga untuk meningkatkan efektifitas pemerintahan di beberapa titik yang masih memerlukan tenaga ekstra sehingga frekuensinya bisa ditingkatkan.

“Tujuannya satu supaya bisa mencapai sasaran, karena kita kerja dibatasi oleh waktu. Oleh karena itu, saya melihat kita segera membuat perusahaan daerah. Tujuannya satu, yakni mempercepat,” ungkapnya.

Penunjukkan Staf Khusus, lanjut Bupati Belu didasarkan pada kemampuan yang bisa mendongkrak kinerja pemerintah dan bisa berkolaborasi dengan struktur yang ada.

Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan orang – orang dengan visi, kemampuan dan pengalaman yang baik.
“Orang itu adalah orang-orang Marketing, punya jiwa ekonomi, enterpreneurship yang kuat serta track record, kemampuan, pendidikan dan pengalamannya mampu membawa perubahan di Kabupaten Belu,” katanya.

Terkait pengangkatan Stafsus itu, anggota DPRD Belu, Marthin Naibuti angkat bicara.

Kepada media ini, Jumat (17/7/2022) melalui pesan suara dari WA-nya mengatakan, pihaknya mengapresiasi pengangkatan dua stafsus oleh Bupati Belu.
Hal ini menandakan kalau bupati menyadari perubahan yang digaungkan berjalan lambat, sehingga perlu stafsus.

Baca Juga :   "SAYA SUKA GAGASAN BUPATI BELU" (Catatan Pinggir dari Tepian Negeri)

Hanya saja menurut dia, keberadaan stafsus tidak dapat membantu, jika banyak pimpinan OPD masih dijabat pelaksana tugas (Plt), apalagi banyak pimpinan OPD rangkap jabatan, sehingga tidak efektif menjalankan tugas.

Harusnya kata dia, Bupati tidak perlu mengangkat stafsus, karena ada Sekda yang membantu, para asisten, pimpinan OPD juga staf ahli bupati. “Sebaiknya efektifkan saja kerja pejabat struktural dan fungsional yang ada,” paparnya.

Pada kesempatan itu dia mengatakan, untuk pengangkatan stafsus didukung regulasi, sehingga tidak menjadi masalah.
Akan tetapi yang diangkat harus tahu rekam jejaknya. Yang menjadi pertanyaan, Jantje Taek pernah dipenjara karena terbukti secara hukum terlibat korupsi dan telah menjalani masa hukumannya. Bahkan dipecat dari ASN.

Karena itu, dia meminta Bupati Belu untuk meninjau kembali pengangkatan salah satu stafsus, Jantje Taek yang merupakan mantan narapida korupsi. “Bupati harus tinjau kembali pengangkatan mantan narapida korupsi untuk menduduki jabatan dipemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Belu, Taolin Agustinus yang dikonfirmasi tidak merespon media ini, terkait pengangkatan mantan napi korupsi menjadi stafsus.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin yang dihubungi media ini mengatakan Jantje Taek telah menjalani hukuman, sehingga tidak masalah.

Dilanjutkan, dirinya tidak melihat ada aturan yang melarang terpidana diangkat menjadi stafsus. Secara hukum beliau sudah selesai. Tidak ada masalah. “Tidak ada korelasinya dengan beliau dipecat dari PNS karena korupsi,” tuntasnya. (ferdy talok)

Baca Juga :   Pertahanan dan Keamanan Negara Tugas Seluruh Masyarakat Bukan Hanya Kemenhan dan TNI
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top